Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 Sari , Inggrit Puspita; Ningsih, Siska Dwi; Ramadhani, Sri; Pahsa, Puja Aulia Tri
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6582

Abstract

Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam pencapaian tujuan organisasi, baik di sektor publik maupun swasta. Salah satu aspek utama dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah penilaian kinerja yang berfungsi untuk menilai kontribusi pegawai secara objektif dan terukur. Dalam konteks instansi pemerintah, seperti Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara, penilaian kinerja memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kualitas pelayanan publik. Motivasi kerja merupakan kondisi atau dorongan, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi semangat pegawai dalam melaksanakan tugas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penilaian kinerja dapat meningkatkan motivasi kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penilaian kinerja terhadap motivasi kerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 46 pegawai yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R²) sebesar 0,438 dengan nilai signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara penilaian kinerja dan motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa 43,8% variasi motivasi kerja pegawai dapat dijelaskan oleh penilaian kinerja, sedangkan 56,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja yang objektif dan transparan berkontribusi terhadap peningkatan motivasi kerja pegawai di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara
MENJAGA KESEIMBANGAN EMOSI ANAK PANTI : STRATEGI UNTUK KESEHATAN MENTAL YANG LEBIH BAIK Sri Ramadhani; Sari , Inggrit Puspita; Siska Dwi Ningsih; Noveliani Simbolon; Valex Anggrato Hulu; Maharani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6705

Abstract

Latarbelakang: Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan emosi dan kesehatan mental akibat keterbatasan dukungan keluarga dan figur kelekatan. Kondisi ini menuntut adanya intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan emosi dan kesehatan mental remaja melalui program psikoedukasi dan pelatihan regulasi emosi di Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan. Metode: yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 50 remaja. Intervensi dilaksanakan selama empat sesi dalam satu bulan, meliputi psikoedukasi kesehatan mental, pelatihan mindfulness, dan emotional journaling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan mental, DASS-21 (Depression, Anxiety, Stress Scales-21), serta lembar observasi perilaku oleh pengasuh. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil: menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mental sebesar 45,4%, disertai penurunan tingkat stres sebesar 24,5%, kecemasan 23,0%, dan depresi 21,6%. Selain itu, observasi perilaku memperlihatkan berkurangnya konflik dan meningkatnya komunikasi positif antar penghuni panti. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pendekatan holistik berbasis psikoedukasi dan regulasi emosi efektif dalam memperbaiki keseimbangan emosi remaja panti asuhan. Program ini berimplikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat, khususnya sebagai model intervensi promotif-preventif yang dapat direplikasi dengan dukungan kolaboratif antara pengelola panti dan tenaga profesional kesehatan mental.