Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 2022 Mengenai HKPD Di Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi: Regional Financial Management Training Based on Law No. 1 of 2022 (HKPD) at the Faculty of Economics, Sam Ratulangi University Masinambow, Vecky A. J.; Kalangi, Josep Bintang; Mandeij.,SE.M.Si, Dennij; Sari , Greydi Normala; Lumi, Angela N.M
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65103

Abstract

Effective and transparent financial management between the Central Government and Regional Governments is essential in creating good and sustainable governance. This community outreach activity aims to provide a deeper understanding of Law No. 1 of 2022, which regulates the scope of fiscal relations between the central and regional governments. The program involves government officials, academics, and relevant stakeholders to enhance their knowledge of the mechanisms of intergovernmental fiscal transfers, which include: (1) granting sources of local revenue through taxes and levies; (2) management of transfers to regions (TKD); (3) management of regional expenditures; (4) authorization to conduct regional financing; and (5) the implementation of national fiscal policy synergy. ABSTRAK Pengelolaan keuangan yang efektif dan transparan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) sangat penting dalam rangka menciptakan pemerintahan yang baik dan berkelanjutan. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2022 UU ini mengatur mengenai lingkup hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kegiatan ini akan melibatkan aparatur pemerintahan, akademisi, dan masyarakat umum yang berkepentingan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai mekanisme dana perimbangan, yang meliputi: 1) pemberian sumber penerimaan daerah berupa pajak dan retribusi; 2) pengelolaan Transfer ke Daerah/TKD; 3) pengelolaan belanja daerah; 4) pemberian kewenangan untuk melakukan pembiayaan daerah; dan 5) pelaksanaan sinergi kebijakan fiskal nasional. Penyuluhan ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah yang diselingi dengan diskusi interaktif, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk membahas berbagai tantangan dalam implementasi UUD HKPD dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi daerah dalam pengelolaan keuangan. Melalui kegiatan ini, target yang diharapkan peserta dapat meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan anggaran daerah secara efisien, mengoptimalkan penggunaan dana perimbangan, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Luaran hasil PKM_K2 adalah berupa satu artikel ilmiah yang akan dipublikasi pada media online dan membuat video youtube. The activity was conducted through a lecture method combined with interactive discussions, providing participants the opportunity to explore various challenges in implementing the Fiscal Relations Law (HKPD) and to identify practical solutions for improving regional financial management. Through this activity, participants are expected to strengthen their capacity in managing local budgets more efficiently, optimizing the use of fiscal transfer funds, and improving transparency and accountability in regional financial governance to promote public welfare. The expected outcomes of this PKM_K2 program include a scientific article published in an online media outlet and a YouTube video documenting and disseminating the activity results. Keywords: Fiscal Relations Law, Intergovernmental Transfer, DAU, DAK, Local Taxation  
Pelatihan Dan Pendampingan Bagi Petani Pisang Goroho Menuju Digital Farm Untuk Memperkuat Inovasi Dan Pemasaran Produk Di Desa Rumoong Atas: Training and Mentoring for Goroho Banana Farmers Towards a Digital Farm to Strengthen Product Innovation and Marketing in Rumoong Atas Village Tolosang, Krest D; Rorong, Ita Pingkan F; Sari, Greydi Normala; Lumi, Angela N.M
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.65280

Abstract

The Digital Farm Program for Goroho Banana Farmers in Rumoong Atas Village is an innovative initiative designed to integrate digital technology into agricultural production, management, and marketing processes. By utilizing social media, e-commerce, and other digital applications, farmers are expected to expand market access, improve operational efficiency, and reduce dependency on intermediaries. However, the implementation of digitalization faces challenges such as limited access to technology and low digital literacy among farmers. Therefore, this Training and Mentoring Program on Digital Farming was conducted to enhance farmers’ capacity in utilizing digital tools effectively. ABSTRAK Program Digital Farm untuk Petani Pisang Goroho di Desa Rumoong Atas merupakan inisiatif inovatif yang bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam proses produksi, manajemen, dan pemasaran hasil pertanian. Melalui penerapan media sosial, e-commerce, serta berbagai aplikasi digital, petani diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, dan mengurangi ketergantungan pada perantara. Namun, implementasi digitalisasi dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan rendahnya literasi digital petani. Oleh karena itu, kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Digital Farm dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan langsung dalam pengelolaan usaha berbasis digital. Target kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan digital petani, memperluas jaringan pemasaran, serta mendorong inovasi produk berbasis olahan pisang Goroho. Luaran yang dihasilkan mencakup publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat ber-ISSN, peningkatan daya saing dan nilai tambah produk pertanian, penerapan iptek dalam manajemen usaha, serta publikasi media dan video edukatif di platform YouTube. Melalui kegiatan ini diharapkan kesejahteraan petani meningkat dan sektor pertanian di Desa Rumoong Atas berkembang menuju pertanian digital yang berkelanjutan.                  The program applied methods of education, training, and direct mentoring in managing digital-based agribusinesses. The main objectives are to strengthen farmers’ digital skills, expand product marketing networks, and foster innovation in Goroho banana-based products. The expected outputs include a scientific article published in an accredited community service journal (ISSN), improved competitiveness and value-added agricultural products, technology-based management practices, and dissemination through mass media and educational videos on YouTube. This program is expected to improve farmers’ welfare and promote the development of a sustainable digital agriculture system in Rumoong Atas Village.   Keywords: digital farm, product development, marketing innovation, digital literacy