This Author published in this journals
All Journal GreenTech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Sifat Fisiko- Kimia dan Penerimaan Organoleptik Gula Semut Tebu (Saccharum officinarum, L.) Santosa, Santosa; Rahayu, Lisa; Pinem, Nadia Utami; Pebrianto, Saddam
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.47

Abstract

Gula semut tebu merupakan salah satu produk gula merah yang memiliki bentuk berupa serbuk atau butiran yang memiliki karakteristik berwarna coklat muda atau coklat tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap sifat fisiko-kimia dan penerimaan organoleptik gula semut tebu, serta analisis titik impasnya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan variasi penambahan bubuk kayu manis yaitu A (0 %), B (1,5 %), C (3 %), D (4,5 %), dan E (6 %). Data dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Varience (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 % jika berbeda nyata, serta dihitung titik impas produk berdasarkan perlakuan terbaik pada uji sensori. Penambahan bubuk kayu manis berpengaruh nyata terhadap rendemen, derajat putih, bagian tidak larut air, kadar air, kadar abu, kadar gula pereduksi, antioksidan, sensori (warna, rasa, aroma, dan tekstur) gula semut tebu. Hasil uji sensori didapatkan bahwa perlakuan C merupakan perlakuan yang paling disukai panelis, yakni jika penambahan bubuk kayu manis sebanyak 3 % dengan tingkat kesukaan terhadap warna 4,17 (suka), rasa 4,03 (suka), aroma 3,70 (mengarah ke suka), tekstur 3,70 ( mengarah ke suka), dan penampakan 4,07 (suka). Produksi gula semut tebu dengan penambahan bubuk kayu manis 3 % (perlakuan C) akan mencapai titik impas ketika perusahaan dapat menjual produk sebanyak 2.796 unit dengan bobot per unitnya berisi 0,25 kg dan harga jual sebesar Rp 23.116/unit.