Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upacara Betetulak (Tolak Bala) dan Persembahan Adat di Dusun Marang Desa Kotaraja: Kajian Etnografi Religi Iman, Fatmatul; Rochmi, Evilia; Rinjani, Yulita Sari; Fitriani, Nurlailina; Utami, Dessy Auliya; Matan, Ewin Chandra
Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (JIPMas) Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Arfah Bin Haji Muhammad Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/jipmas.v1i2.113

Abstract

Desa Koaraja dikenal dengan adat istiadatnya yang masih dijaga dengan sangat baik oleh para leluhur dan masyarakatnya. Salah satu budaya yang masih ada yaitu upacara betetulak (Tolak Bala) dan persembahan adat di dusun Marang utara dan Marang Selatan, Desa Kotaraja, bukan sekedar ritual semata, melainkan sebuah ekspresi budaya yang kompleks dan multifungsi. Secara mendasar, upacara ini berfungsi sebagai sarana komunikasi religius dengan kekuatan supranatural untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bala dan malapetaka. Nilai-nilai spiritual ini terwujud dalam persembahan adat atau sesajen, yang setiap komponennya mengandung makna simbolis dan filosofis yang mendalam mereperesentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam dan leluhur. Selain aspek religiusnya, upacara betetulak memiliki peran sosial dan budaya yang sangat penting. Ritual ini berfungsi sebagai perekat komunitas sosial yang memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan dan menunjukkan jati diri masyarakat Marang. Betetulaq (Tolak Bala) adalah upacara adat/keagamaan untuk memohon perlindungan dari bencana, penyakit, dan malapetaka yang berlangsung dalam jangka panjang. Ritual ini menggabungkan unsur adat dan agama (doa bersama, pembacaan kitab suci, pengeluaran pusaka, dan prosesi adat). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, karena objek kajian berupa praktik budaya dan kepercayaan religius masyarakat, yang tidak dapat diukur secara statistik, melainkan perlu dipahami secara mendalam, kontekstual, dan holistik. Upacara Betetulak atau Tolak Bala dan persembahan adat mengandung makna simbolik, nilai spiritual, serta keyakinan kolektif masyarakat Dusun Marang Kotaraja yang hanya dapat diungkap melalui pendekatan kualitatif.