Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Utilization of QuickBird Satellite Imagery for Green Open Space Mapping and Thematic Map Development in Samarinda, Indonesia Sri Endayani; Andrew Stefano; Suryana Suryana; Rolly Yulianthi; Karolina Sherly Orianto
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3701

Abstract

Urban green open space (GOS) plays an essential role in maintaining environmental balance and improving the quality of urban life. Accurate spatial information is therefore required to support sustainable urban planning and management. This study aims to utilize high-resolution QuickBird satellite imagery for mapping green open spaces and developing thematic maps in Samarinda City, Indonesia. The research employed visual interpretation and digital image analysis integrated with Geographic Information Systems (GIS) to identify land cover characteristics and classify green open space distribution. Field verification was conducted to improve classification accuracy and validate spatial data. The results demonstrate that QuickBird imagery provides detailed spatial information capable of distinguishing vegetation patterns, urban infrastructure, and land-use variations effectively. The generated thematic maps present updated spatial information that can support urban planning, environmental monitoring, and decision-making processes related to sustainable city development. This approach highlights the effectiveness of high-resolution remote sensing data as a reliable tool for urban spatial analysis and green space management.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NUTRISI ORGANIK TANAMAN (NOT) LAU KAWAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS ZATAVY F1 Galih Rian Rohimat; helda Syahfari; Abdul Rahmi; Karolina Sherly Orianto
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8987

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas holtikultura jenis sayuran yang popular konsumen Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan (NOT) Lau Kawar serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun varietas Zatavy F1, serta memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi NOT yang tepat untuk pertumbuhan tanaman mentimun varietas Zatavy F1. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 sampai dengan bulan Maret 2024. Lokasi penelitian di lahan P4S Lau Kawar Jl. Soekarno Hatta Km 36 Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan analisis faktorial 4 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang diulang sebanyak 4 kali. Setiap faktor perlakuan diberi 4 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang ayam (a0), pupuk kandang ayam 10 ton/ha (a1), pupuk kandang ayam 15 ton/ha, pupuk kandang ayam 20 ton/ha.  Faktor konsentrasi NOT Lau Kawar terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa NOT Lau Kawar atau kontrol (n0), NOT Lau Kawar 18 ml/1 liter air (n1), NOT Lau Kawar 28 ml/1 liter air, dan NOT Lau Kawar 38 ml/1 liter air (n3). Perlakuan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 10 hari setelah tanam, jumlah daun 10 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 30 hari setelah tanam, jumlah daun 20 hari setelah tanam, dan jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap parameter panjang tanaman 20 hari setelah tanam, jumlah daun 30 hari setelah tanam, berat buah per tanaman dan panjang buah. Berat buah terberat per tanaman terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 kg/ha (a2), yaitu 124,99 g/tanaman. Perlakuan NOT Lau Kawar tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 10 hari setelah tanam, jumlah daun, umur saat berbunga, umur saat panen, panjang buah, dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman 20,30 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah per tanaman. Berat buah terberat per tanaman terdapat pada perlakuan NOT Lau Kawar (n2), yaitu dengan konsentrasi 28 ml/1 liter air. Interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman, jumlah daun, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan diameter buah. Berpengaruh nyata terhadap parameter panjang buah.
KESADARAN GENERASI MUDA TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE Jumani Jumani; Naqiyyah Ariska Januati; Rolly Yulianthi; Karolina Sherly Orianto; Zevie Tresna Evrizal; Heni Emawati
Jurnal Abdimas Untag Samarinda Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v3i2.9179

Abstract

Pengelolaan pesisir mengalami berbagai kendala baik dari segi ekosistem dan kurangnya peduli masyarakat terhadap hutan mangrove. Kepedulian masyarakat terhadap hutan mangrove dirasa masih kurang. Metode kegiatan abdimas ini dengan melakukan kunjungan di mangrove center Balikpapan. Pengabdian ini diberikan materi dari nara sumber dari mangrove center Bapak Agus Bei tentang pentingnya hutan mangrove dan pengelolaannya. Abdimas mahasiswa dan dosen dikenalkan ekosistem mangrove mulai dari awal mula pengelolaan mangrove dari ekosistem yang rusak karena digunakan sebagai tambak. Edukasi hutan mangrove kepada generasi muda sangat diperlukan. Berbagai masalah terjadi mulai kerusakan ekosistem, bencana angin yang menyebabkan kerusakan di perumahan yang dekat dengan Pantai. Hutan mangrove sangat diperlukan bagi kawasan pesisir, maka perlu dipertahankan keberadaannya. Pentingnya hutan mangrove dengan cara memberikan wawasan dan kesadaran pada generasi muda termasuk mahasiswa dan dosen untuk andil dalam menjaga dan melestarikannya melalui aksi nyata baik langsung maupun tidak langsung.