Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penurunan Kadar Tembaga (Cu) dengan Biostimulasi Glukosa pada Bakteri Indigenous dari Sungai Bedera Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara Lubis, Resti Ayunda; Nasution, Rizki Amelia; Widiarti, Leni
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18072

Abstract

Sungai Bedera adalah sungai yang tergolong tercemar logam berat akibat pembuangan limbah rumah tangga dan industri yang memiliki kadar logam berat tembaga (Cu) yang tinggi yaitu 0,6518 mg/L. Cara yang dilakukan untuk menurunkan kadar logam berat tembaga (Cu) adalah dengan memanfaatkan bakteri Indigenous. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri indigenous dari Sungai Bedera dan menguji kemampuannya dalam menurunkan kadar Cu. Bakteri Indigenous diberi perlakuan dengan nutrisi tambahan yaitu biostimulan glukosa. Metode yang dilakukan yaitu isolasi bakteri indigenous, uji resistensi bakteri dengan menghitung nilai Optical Density (OD) menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan proses penurunan kadar logam berat (Cu) dilakukan dengan metode SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil uji menggunakan One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan nyata antarperlakuan (Sig. < 0,05). Empat genus bakteri indigenous yang berhasil diidentifikasi memiliki kemampuan menurunkan kadar logam berat tembaga (Cu) yaitu Enterococcus, Bacillus, Corynebacterium, dan Staphylococcus. Persentase penurunan Cu tanpa biostimulan glukosa pada masing-masing bakteri Enterococcus, Bacillus, Corynebacterium dan Staphylococcus adalah 51,49%, 40,65%, 29,39%, dan 20,70%. Persentase penurunan Cu dengan penambahan biostimulan glukosa pada masing-masing bakteri Bacillus, Enterococcus, Staphylococcus dan Corynebacterium adalah (77,60%), (72,28%), (66,66%), dan (60,63%). Bakteri indigenous yang paling tinggi dalam menurunkan kadar tembaga (Cu) dengan penambahan biostimulan glukosa adalah Bacillus dengan persentase penurunan 77,60% dan bakteri indigenous yang paling rendah dalam menurunkan kadar tembaga (Cu) tanpa penambahan biostimulan glukosa adalah Staphylococcus dengan persentase penurunan 20,70%. Kata kunci : Bakteri Indigenous, Biostimulan, Logam Berat Tembaga (Cu), dan Sungai Bedera