Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Masyarakat terhadap Perubahan Tata Guna Lahan di Koridor Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung Nazwa Aulya Sriyadi; Novita Najwa Alfariji; Muhammad Ihsan; Ahmad Hudy Arianata; Rama Arianto Widagdo
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.7559

Abstract

Abstract. Land use changes along the Ir. H. Djuanda corridor in Bandung City are a consequence of rapid urban growth and increasing economic activities. This study aims to analyze land use changes over the 2014–2024 period and to evaluate community perceptions of the impacts arising from these changes. The research methods include spatial analysis using overlay techniques in ArcGIS to compare land cover changes, as well as the distribution of questionnaires to 68 respondents to gather public perception data. The results show that land use transformation in the area is dominated by the expansion of residential and commercial zones, leading to increased traffic congestion, air and noise pollution, and the reduction of green open spaces. This study highlights the importance of sustainable and participatory spatial planning to maintain environmental quality and community comfort. Abstrak. Perubahan penggunaan lahan di koridor Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, menjadi salah satu dampak dari pertumbuhan kota yang cepat dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan selama periode 2014–2024 serta mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial berbasis overlay menggunakan ArcGIS untuk membandingkan perubahan tutupan lahan, serta penyebaran kuesioner kepada 68 responden untuk mengumpulkan persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan lahan di wilayah tersebut didominasi oleh perluasan permukiman dan perdagangan yang berdampak pada meningkatnya kemacetan, polusi udara dan suara, serta penurunan ruang terbuka hijau. Penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan tata ruang yang berkelanjutan dan partisipatif untuk menjaga kualitas lingkungan serta kenyamanan masyarakat.