Teh merupakan minuman dengan urutan kedua yang banyak dikonsumsi di dunia. Salah satu jenis teh yang tumbuh subur di Indonesia adalah jenis teh hijau (Camellia sinensis). Teh hijau memiliki senyawa yang disinyalir mampu menjaga sistem imun seperti flavonoid, polipenol, saponin, tanin, alkaloid, dan glikosida. Flavonoid merupakan suatu senyawa yang dapat mencegah zat asing masuk ke dalam tubuh dengan mekanisme antioksidan. Leukosit merupakan suatu bagian sistem imun yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi zat asing. Jumlah leukosit dapat meningkat karena beberapa faktor seperti aktivitas fisik dengan intensitas berat, kandungan dalam rokok. Nikotin merupakan bagian di dalam rokok yang dapat melepaskan katekolamin, sekresi epinefrin, dan menstimulasi kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormon kortikosteroid sehingga menyebabkan neutrofilia, limfopenia, dan eosinofilia. Asap rokok mengandung radikal bebas sehingga untuk itu diperlukan antioksidan agar radikal bebas tidak tinggi dalam tubuh salah satunya adalah sumber antioksidan dari alam yaitu teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian teh hijau (camellia sinensis) pada perokok terhadap jumlah leukosit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analitik dengan sampel yang digunakan sebanyak 28 orang dan diukur jumlah leukosit sebelum dan setelah mengkonsumsi teh hijau. Pemeriksaan jumlah leukosit menggunakan alat Hematology analyzer Mindray BC 1800. Hasil penelitian menunjukan nilai uji-t sebesar p-value > 0,05 yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap jumlah leukosit. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan tidak ada pengaruh pemberian teh hijau (Camellia sinensis) terhadap jumlah leukosit pada perokok.