Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Inklusif Berbasis Kebutuhan Peserta Didik dalam Konteks Pendidikan Abad ke-21 Rosmiati Ramli; Juhariati, Juhariati; Karmila, Karmila; Nur Aisyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.583

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik untuk menguasai keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif agar mampu menghadapi dinamika global dan teknologi yang berkembang pesat. Dalam konteks tersebut, pembelajaran inklusif berbasis kebutuhan peserta didik menjadi strategi penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang adil, bermakna, dan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang diterbitkan antara tahun 2018–2024. Analisis menitikberatkan pada identifikasi strategi pembelajaran inklusif yang efektif dan relevan dengan pendidikan abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi utama, yaitu perencanaan pembelajaran yang fleksibel, diferensiasi instruksional, pembelajaran kolaboratif dan partisipatif, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta asesmen autentik dan evaluasi holistik. Setiap strategi menekankan penghargaan terhadap perbedaan peserta didik, pengembangan potensi individu, dan peningkatan keterlibatan serta motivasi belajar. Perencanaan fleksibel dan diferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan materi, metode, dan penilaian berdasarkan kemampuan dan minat siswa. Pembelajaran kolaboratif dan partisipatif membangun keterampilan sosial-emosional dan empati, sementara teknologi pendidikan mendukung aksesibilitas dan pembelajaran personal. Asesmen autentik dan evaluasi holistik memberikan informasi menyeluruh mengenai kemampuan akademik, sosial, dan emosional siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran inklusif berbasis kebutuhan peserta didik tidak hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi juga menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21 secara optimal.