Perpustakaan umum telah mengalami transformasi dari sekadar tempat penyimpanankoleksi buku menjadi ruang sosial yang menyediakan pengalaman belajar, interaksi, danpengembangan potensi diri. Namun, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yangsemakin digital menuntut perpustakaan untuk menyesuaikan tata ruang dan layanannya. Studikasus pada Perpustakaan Umum Kota Subang menunjukkan penurunan signifikan jumlahkunjungan dari 27.129 pada tahun 2023 menjadi 18.774 pada tahun 2024, yang mengindikasikanadanya persoalan daya tarik ruang perpustakaan terhadap kebutuhan masyarakat modern. Hasilobservasi mengungkapkan bahwa tata letak ruang baca dan sirkulasi, khususnya antara areadiskusi kelompok dan area baca individu, sangat memengaruhi kenyamanan serta efektivitaspenggunaan ruang. Permasalahan utama yang muncul adalah kebisingan dari area diskusi yangmengganggu ketenangan area baca individu, serta sirkulasi pengunjung yang tumpang tindih.Penelitian terdahulu menekankan pentingnya zonasi yang jelas antara area baca individu dan areadiskusi untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi pembelajaran dan interaksi sosial. Penataanmeja, kursi, serta jarak antar furnitur harus memperhatikan aspek ergonomi dan privasi. Selain itu,karakteristik pengguna perpustakaan umum yang sangat beragam menuntut penyediaan koleksidan fasilitas yang inklusif. Dengan demikian, penataan ruang perpustakaan berbasis aktivitas danperilaku pengguna menjadi kunci untuk meningkatkan kenyamanan, efektivitas layanan, sertamendukung pembelajaran mandiri sepanjang hayatKata Kunci : Perpustakaan umum, Tata ruang, Zonasi ruang, Perilaku dan Aktivitas pengguna