Museum Zoologi Bogor merupakan museum khusus yang berfungsi sebagaisarana perlindungan, edukasi, dan pameran koleksi hewan yang telah diawetkan.Didirikan sejak tahun 1894 oleh J.C. Koningsberger, museum ini terletak di kawasan KebunRaya Bogor dengan luas bangunan ±2450 m². Dalam perancangan ini terdapat 4 metodeuntuk melakukan pengumpulan data yaitu observasi atau survei, kuesioner danwawancara, serta studi literatur. Berdasarkan data yang ditemukan, terdapat 3kesimpulan permasalahan, (1) Terdapat benda koleksi yang penempatan yang belumsesua dengan klasifikasinya sehingga membuat pengunjung merasa bingung ketikadidalam ruang pamer dan belum bisa memahami storyline yang ada, (2) Pengunjungmerasa penyampaian informasi pada sistem display masih sangat terbatas, sehinggapengunjung belum bisa mendapatkan informasi tentang benda koleksi secara lengkap, (3)minimnya penggunaan media interaktif dan teknologi digital dalam sistem displaymembuat pengunjung merasa bosan ketika berada didalam ruangan karena terbatasnyaaktivitas yang bisa dilakukan selain melihat benda koleksi. Perancangan ulang museum inibertujuan untuk meningkatkan kualitas sistem display melalui penerapan teknologi ruangimersif dan media interaktif, guna menciptakan pengalaman edukatif yang lebih menarikdan komunikatif. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi museum sebagaipusat edukasi dan rekreasi, serta selaras dengan visi dan misi Museum Zoologi Bogordalam mengembangkan sarana pameran yang mengikuti perkembangan ilmu danteknologi.Kata Kunci : Museum Zoologi, Teknologi, Imersif, Interaktif