Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI MASYARAKAT TERKAIT PEMANFAATAN SERAI DAN SERBUK ABATE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 06 KELURAHAN LABUH BARU TIMUR Arneliwati; Arnando, Rifky; Sahara, Rahmadhani; Purnama, Mita; Savitri, Dhea Annisa; Putri, Annisa Ramadhani; Khairiyah, Putri Adila; BR Simanjuntak, Artawati; Oktavia, Fina; Tri Yurni, Repika; Rachmadi, Annisa; Maharani, Nurhaliza; Harli, Rayhan Hanoum
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Pekanbaru. Berdasarkan data hingga September 2025, di wilayah RW 06 Kelurahan Labuh Baru Timur tercatat 5 kasus positif DBD tanpa angka kematian, dengan 4 kasus pada anak usia di bawah 14 tahun dan 1 kasus pada usia di atas 15 tahun. Secara keseluruhan, total kasus di Kelurahan Labuh Baru Timur mencapai 23 kasus, sedangkan di Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 74 kasus. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut termasuk daerah endemis yang memerlukan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD. Mitra kegiatan adalah masyarakat RW 06 Kelurahan Labuh Baru Timur. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, seperti masih adanya genangan air dan sampah rumah tangga yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat juga masih bergantung pada anti nyamuk berbahan kimia seperti semprot, bakar, dan lotion yang mengandung zat aktif berisiko bagi kesehatan jika digunakan terus-menerus. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) sebagai bahan alami yang aman, murah, dan mudah diperoleh. Kegiatan dilakukan melalui ceramah edukatif dan pelatihan praktik langsung. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan diikuti oleh 50 orang peserta. Kegiatan ini menghasilkan produk spray anti nyamuk alami dari serai. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD dan upaya pencegahannya, serta keterampilan warga dalam membuat spray anti nyamuk alami.
Festival Kesehatan Masyarakat: Optimalisasi Pemantauan Tekanan Darah dan Glukosa sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Tesa, Auliana; Arneliwati, Arneliwati; Sabrian, Febriana; Arnando, Rifky; Rachmadi, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1034

Abstract

Latar belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi dan menurunkan prevalensi PTM di tingkat komunitas. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko PTM melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan dan pengelolaan PTM. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2025 di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kota Pekanbaru. Sebanyak kurang lebih 50 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 120 menit. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, penyampaian edukasi kesehatan, serta diskusi interaktif. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Hasil: Dari 43 responden yang diperiksa, sebanyak 34.9% mengalami hipertensi dan 27.9% memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL. Mayoritas responden adalah perempuan (74.42%) dan berada pada kelompok usia 22–39 tahun (60.47%). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mengidentifikasi risiko PTM di komunitas dan meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan penerapan gaya hidup sehat. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya pencegahan PTM di tingkat lokal.