Keterampilan Bahasa Inggris merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa jurusan non-bahasa di era digital. Namun, keterbatasan waktu, metode pembelajaran konvensional, dan rendahnya kepercayaan diri sering menjadi kendala dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa jurusan non-bahasa melalui pendampingan pemanfaatan aplikasi English as a Foreign Language (EFL) berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan di STAI Diponegoro dengan melibatkan 20 mahasiswa dari Program Studi PGMI, PAI, dan Ekonomi Syariah. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif mahasiswa dalam setiap tahapan kegiatan melalui siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan belajar secara partisipatif, pelatihan penggunaan aplikasi EFL, pendampingan berkelanjutan secara daring, serta refleksi bersama untuk perbaikan proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa pada seluruh aspek yang dinilai, dengan rata-rata skor meningkat dari 55,5 pada pre-test menjadi 71,5 pada post-test. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan kemandirian dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis digital. Dengan demikian, pendampingan berbasis aplikasi EFL melalui pendekatan PAR terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris sekaligus mendorong keterlibatan aktif dan kesadaran belajar mahasiswa jurusan non-bahasa.