Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ketinggian lokasi dan kondisi lingkungan terhadap fisik Sapi Bali (Bos sondaicus) pada peternakan skala kecil di Pegunungan Sembalun. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif pada 56 ekor Sapi Bali yang dipelihara di tiga lokasi berbeda: Bukit Pergasingan (1.720 mdpl), Bukit Savana Dandaun (1.429 mdpl), dan Bukit Savana Bentotok (1.319 mdpl). Body Condition Score (BCS) digunakan sebagai indikator fisik sapi, sementara kondisi lingkungan diukur berdasarkan parameter suhu, kelembaban, dan tekanan udara. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa ketinggian lokasi berpengaruh signifikan terhadap BCS sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi yang dipelihara di lokasi dengan ketinggian lebih rendah, seperti Bukit Savana Bentotok, memiliki rata-rata BCS lebih baik dibandingkan lokasi dengan ketinggian lebih tinggi, seperti Bukit Pergasingan. Selain itu, suhu dan kelembaban juga memengaruhi kondisi fisik sapi, di mana lokasi dengan suhu yang lebih stabil mendukung kondisi fisik ternak yang lebih optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketinggian lokasi dan kondisi lingkungan merupakan faktor penting dalam menentukan kondisi fisik Sapi Bali. Oleh karena itu, pemilihan lokasi peternakan yang strategis serta penerapan manajemen lingkungan yang baik diperlukan untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan ternak di daerah pegunungan. Kata kunci : Sapi Bali, ketinggian lokasi, kondisi lingkungan, Body Condition Score, Pegunungan Sembalun