Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KETINGGGIAN LOKASI DAN KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP FISIK SAPI BALI (BOS SONDAICUS) (Studi Pada Peternakan Skala Kecil Di Daerah Pegunungan Sembalun) Yusri Ghinand Marzuki; Sucika Armiani; Ni Luh Lasmi Purwanti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ketinggian lokasi dan kondisi lingkungan terhadap fisik Sapi Bali (Bos sondaicus) pada peternakan skala kecil di Pegunungan Sembalun. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif pada 56 ekor Sapi Bali yang dipelihara di tiga lokasi berbeda: Bukit Pergasingan (1.720 mdpl), Bukit Savana Dandaun (1.429 mdpl), dan Bukit Savana Bentotok (1.319 mdpl). Body Condition Score (BCS) digunakan sebagai indikator fisik sapi, sementara kondisi lingkungan diukur berdasarkan parameter suhu, kelembaban, dan tekanan udara. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa ketinggian lokasi berpengaruh signifikan terhadap BCS sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi yang dipelihara di lokasi dengan ketinggian lebih rendah, seperti Bukit Savana Bentotok, memiliki rata-rata BCS lebih baik dibandingkan lokasi dengan ketinggian lebih tinggi, seperti Bukit Pergasingan. Selain itu, suhu dan kelembaban juga memengaruhi kondisi fisik sapi, di mana lokasi dengan suhu yang lebih stabil mendukung kondisi fisik ternak yang lebih optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketinggian lokasi dan kondisi lingkungan merupakan faktor penting dalam menentukan kondisi fisik Sapi Bali. Oleh karena itu, pemilihan lokasi peternakan yang strategis serta penerapan manajemen lingkungan yang baik diperlukan untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan ternak di daerah pegunungan. Kata kunci : Sapi Bali, ketinggian lokasi, kondisi lingkungan, Body Condition Score, Pegunungan Sembalun
Deteksi telur cacing echinococcus spp. pada feses anjing di dusun senggigi lombok barat Rofi Kurnia; Candra Dwi Atma; Sucika Armiani; Supriadi
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v7i1.6151

Abstract

Echinococcus spp. merupakan parasit cestoda yang bersifat zoonosis dan dapat ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui peran anjing sebagai hospes definitif. Infeksi Echinococcus spp. pada manusia dapat menyebabkan penyakit echinococcosis yang berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Parasit ini telah dilaporkan keberadaannya di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sehingga diperlukan upaya deteksi dini di berbagai wilayah yang berpotensi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan telur cacing Echinococcus spp. pada feses anjing di Dusun Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan 32 sampel feses anjing yang dikumpulkan secara purposive sampling di wilayah tersebut. Seluruh sampel diawetkan menggunakan larutan formalin 10% dan diperiksa menggunakan metode Native dan Sedimentasi. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika pada bulan Desember 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel feses anjing (32 sampel) tidak ditemukan telur cacing Echinococcus spp., sehingga seluruh sampel dinyatakan negatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan keberadaan telur cacing Echinococcus spp. pada feses anjing di Dusun Senggigi, Lombok Barat. Meskipun demikian, pengawasan dan pemeriksaan rutin tetap diperlukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis di masa mendatang.