Wahdi Sayuti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf dalam Memberdayakan Ekonomi Ummat Cut Mutia Muqhniy; Sarah Aulia; Andriyani Andriyani; Muhammad Labib; Wahdi Sayuti
Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ikhlas.v3i1.1796

Abstract

The background of this research is based on the enormous potential of zakat, infaq, shadaqah, and waqf (ZISWAF) as Islamic social finance instruments which, if managed optimally and sustainably, can play a significant role in reducing poverty and promoting comprehensive economic independence among communities amid the ongoing challenges of social inequality. The purpose of this study is to explain the strategic function of ZISWAF in strengthening the community’s economy while emphasizing the urgency of professional, transparent, and targeted management for the improvement of public welfare at large. The research method used was library research, evaluating various literature sources such as books, scientific journals, and relevant previous research reports. The collected data was then analyzed using a qualitative descriptive approach to provide an in-depth understanding of the mechanism of economic empowerment through ZISWAF. Research findings show that ZISWAF plays a crucial role in improving economic welfare through a paradigm shift from consumptive assistance to productive assistance programs. Management oriented towards sustainability and transparency has proven effective in promoting economic ind ependence among low-income communities and significantly reducing poverty rates. The implication of this study confirm that strengthening regulations, digitizing management, and improving public literacy regarding ZISWAF are essential. Management institutions must continue to improve their accountability in order to increase public trust, so that ZISWAF can become a key development in the future.
Fiqih dan Prinsip Ibadah dalam Islam Khaeru Nazwa; Bunga Khansa Tikwana; Safira, Adria; Andriyani Andriyani; Wahdi Sayuti; Raghib Filhaq
Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/akhlak.v3i1.1809

Abstract

This study discusses fiqh ibadah as an important branch of fiqh that regulates the procedures for performing worship in accordance with Islamic law. The main objective of this study is to clarify the basic concepts of law, principles, and scope of worship in Islam so that its implementation is in accordance with sharia provisions. The data sources consist of primary literature (the Qur'an and Hadith) by analyzing scientific works from Google Scholar from 2018 to 2025 sourced from Indonesian and English journals. This study systematically describes the meaning of fiqh ibadah, sharia, and the legal basis derived from the Qur'an, sunnah, ijma, and qiyas. It includes complete arguments such as istihsan, maslahah, and urf. The discussion also covers the principles of ibadah mahdhah, which emphasize the necessity of evidence in its implementation to prevent bid'ah practices. The scope of fiqh ibadah focuses on four main acts of worship, namely prayer, zakat, fasting, and hajj, which have specific provisions in sharia. In addition, it also discusses the essence and purpose of worship, which shows that worship is a form of submission and love of a servant to Allah SWT and the main purpose of human creation. Through an understanding of fiqh worship, Muslims are expected to be able to perform worship correctly, validly, and accepted by Allah SWT, as well as a means of achieving benefit and happiness in this world and the hereafter.
HAKIKAT IBADAH DALAM ISLAM: ANTARA RITUAL DAN SPIRITUAL Azka Rafi Pasha; Ziska Tsaniawika Farrasi; Muhammad Daffa Rindra Putra; Andriyani; Ayunda Larasati Sekarputri; Wahdi Sayuti
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.2060

Abstract

Ibadah dalam islam memiliki makna yang sangat luas dan mendalam, tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ritual formal seperti shalat, zakat dan haji, tetapi yang mencakup dimensi spiritual yang menghubungkan manusia secara langsung dengan Allah SWT. Ibadah yang sejati bukan sekadar gerakan fisik atau bacaan lisan, melainkan bentuk penghambaan total yang menuntut keikhlasan, kekhusyukan, dan kesadaran batin. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hakikat ibadah secara menyeluruh melalui Metode pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah dan tafsir keagamaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi pustaka dalam pengumpulan dan analisis data. Pendeketan desain studi ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang hakikat ibadah dalam Islam yang mencakup ritual dan spiritualitas. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari literatur primer seperti Al-Qur’an dan hadits. Sedangkan sumber dari literatur sekunder mencakup buku-buku tentang hakikat ibadah, jurnal akademik/ilmiah, dan artikel ilmiah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa derajat penghambaan yang sempurna. Ibadah yang dilandasi keikhlasan dan pemahaman mendalam akan melahirkan ketenangan jiwa, memperkokoh iman, serta mendorong manusia untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ibadah menjadi sarana penyucian diri sekaligus jalan menuju kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibadah dalam Islam mencakup aspek ritual dan spiritual yang menuntut keikhlasan serta kesadaran batin. Melalui kajian pustaka, ditemukan bahwa ibadah yang dipahami dan diamalkan secara mendalam mampu menumbuhkan ketenangan jiwa, memperkuat iman, serta menjadi sarana penyucian diri menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.