Feiza Salsabila Deka
Universitas Sumatera Selatan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan E-Commerce Sebagai Bentuk Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Pelaku UMKM Intan Putri; Feiza Salsabila Deka; Diah Triesia; Rani Ria Rizki; Dendi; Adli Adli; Muhammad Andri Zuliansyah; Siti Lestari; Andriadi Anugrah Ilahi; Muhammad Rizki Saputra
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4ayrzd91

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Kondisi ini mengakibatkan pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional dan jangkauan pasar menjadi terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan platform perdagangan elektronik sebagai strategi pemasaran digital. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan praktis agar pelaku usaha mampu mengelola pemasaran secara mandiri melalui media digital. Metode yang digunakan meliputi diskusi interaktif, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung, yang mencakup pembuatan akun perdagangan elektronik, pengelolaan katalog produk, teknik fotografi produk, dan strategi promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengelola akun perdagangan elektronik serta meningkatnya kemampuan membuat konten promosi yang menarik. Kesimpulannya, pemanfaatan perdagangan elektronik dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing di era transformasi digital.
INTERPERSONAL COMMUNICATION IN PUBLIC FORUMS FOR SUSTAINABLE URBAN GOVERNANCE Muh. Fuad Oktamar Puluco; M. Rizky Saputra; Feiza Salsabila Deka
Jurnal Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21330866

Abstract

The challenges of sustaining the quality of life in the city now demand the approach of governance which including citizens in the process of public decision making. Although Palembang City, Indonesia, has been developing the infrastructure and the urban management program, condition of flooding and traffic jam has become a chronic problem. This research explores based on the Aspiration Festival of the Public Aspiration Agency (Badan Aspirasi Masyarakat/BAM) of the House of Representatives of the Republic of Indonesia the role played by the agency in the communication for urban sustainability of governance through public participation. This qualitative case study investigates deliberative processes among participating city, county, and state officials; scholars; community leaders; and citizens. The data included event documentation, government documents, media articles, policy declarations and relevant scientific literature, which were analysed applying thematic analyse. Drawing on DeVito’s Interpersonal Communication Theory, Habermas’ Theory of Communicative Action and Arnstein’s Ladder of Citizen Participation, the research determines openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality as the five major components of interpersonal communication and the factors that contribute to building public trust and consensus in problem solving. Results show that citizens’ concerns can be articulated through an effective interpersonal communication, which can enrich the deliberation and impact on urban policy making. In addition, research findings illustrate that communication is increasingly urban social infrastructure alongside built infrastructure in confronting severe urban problems. In line with these findings the study presents Communicative Sustainable Urban Governance Model (CSUGM) as an integrative model that binds together components such as interpersonal communication, public deliberation, active citizen participation and collaborative governance as a model for sustainable urban development. The research adds to the expanding debates on participatory governance by highlighting communication as a strategic tool to pursue resilient, inclusive and sustainable urban environments.
DIGITAL MARKETING STRATEGIES OF MSMES THROUGH THE UTILIZATION OF GOOGLE MAPS Intan Putri; Diah Triesia; Feiza Salsabila Deka; Annisa Ghina Istigharany; Prima Sunami
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE Vol. 3 No. 9 (2026): INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE (INJOLE)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20031075

Abstract

This study investigated the utilization of Google Maps as a digital marketing strategy for micro, small, and medium enterprises (MSMEs), with a particular focus on Rumah Lapar in Palembang. The problem addressed in this research was the limited understanding of how digital platforms, especially Google Maps, could enhance business visibility, customer trust, and competitiveness in the digital era. This study was important because MSMEs often face barriers in adopting digital marketing strategies due to limited resources and digital literacy. A qualitative research method was employed using interviews, observations, and documentation as primary data collection techniques. The analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing to ensure a comprehend sive interpretation of findings. The results showed that Google Maps significantly improved customer accessibility to business information, increased consumer trust through reviews and photos, and strengthened the professional image of the enterprise. Moreover, the utilization of the Insight feature enabled the business owner to monitor customer behavior and adjust marketing strategies accordingly. However, challenges such as inaccurate information, negative reviews, and limited digital literacy among MSMEs remained. The study concluded that Google Maps played a strategic role as a low-cost yet effective digital marketing tool, but its full potential could only be achieved through continuous updates, proactive engagement, and digital capacity-building programs. These findings highlighted the importance of integrating location-based marketing tools into the broader digital transformation strategy of MSMEs.
Peningkatan Pemahaman Kode Etik Jurnalistik di Era Transformasi Digital Industri Media Agus Srimudin; Intan Putri; Riko Fardiansyah; Feiza Salsabila Deka; Annisa Ghina Istighfarany; M. Rajab Sapriady; Kms. Umar Jayanegara; Mutiara Hikmawati; Alda Yulianti; Prima Sunami; Novasriandy
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qxw0x479

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan praktik jurnalistik dan ekosistem industri media, terutama melalui kehadiran media daring dan platform media sosial yang menuntut kecepatan serta kontinuitas produksi informasi. Kondisi tersebut di satu sisi membuka peluang perluasan jangkauan informasi, namun di sisi lain memunculkan berbagai tantangan etis, seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi, praktik clickbait, dan pelanggaran prinsip profesionalisme jurnalistik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku media, jurnalis pemula, serta mahasiswa komunikasi terhadap pentingnya penerapan kode etik jurnalistik di era transformasi digital industri media. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi interaktif, pelatihan tematik, studi kasus pelanggaran etika jurnalistik, serta pendampingan dalam mengidentifikasi dan menerapkan prinsip-prinsip kode etik dalam praktik jurnalistik digital. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di Fave Hotel Prabumulih dan diikuti oleh 50 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 80% setelah mengikuti kegiatan, dibandingkan dengan hasil pre-test. Sebanyak 88% peserta mampu mengidentifikasi bentuk pelanggaran kode etik jurnalistik dalam studi kasus media digital, dan 85% peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menerapkan prinsip etika jurnalistik pada simulasi produksi konten berita daring. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam memperkuat literasi etika jurnalistik dan mendukung terciptanya praktik media yang profesional, kredibel, dan berintegritas di era digital.