Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komparatif Penentuan Komoditas Hortikultura Pada Lahan Rawa Dataran Rendah Di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Utan Sahiro Ritonga; Muhammad Andri Zuliansyah; Merna Ayu Sulastri
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6635

Abstract

Achieving optimal commodity diversification returns requires reference to the most profitable commodity types. Not all types of annual crops are suitable for development. Lebak swamp land is one of the lands that can be utilised for the development of horticultural commodities. The amount of authority in implementing regional policies has both positive and negative impacts on agricultural development. Most local regulations are made with the aim of increasing local government revenues. With planning, an estimate (forecasting) is made of the potential, prospects, obstacles and risks faced. The aim is to provide an opportunity to select the best alternatives and choose the best combination. Location Quotient (LQ) analysis is used to determine comparatively base or non-base activities in an area. Based on the results of the LQ analysis in Banyuasin Regency, it is known that long beans are the base in 11 sub-districts followed by chillies as the base commodity in 9 sub-districts, watermelon is the base in 8 sub-districts, and eggplant is the base in 7 sub-districts. Curly Chillies and Cucumbers are the base in 5 sub-districts followed by Tomatoes which are the base of horticultural production in 4 sub-districts in Banyuasin Regency. The development of horticultural commodities needs to consider chilli as a priority commodity to review Banyuasin Regency is one of the areas included in the Save the Swamp to Improve the Farmers (SERASI) programme in South Sumatra. The development of horticultural commodities in Banyuasin Regency must be supported through capital formation, new innovations, research and development, and improvement of human resources and infrastructure.
Penggunaan E-Commerce Sebagai Bentuk Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Pelaku UMKM Intan Putri; Feiza Salsabila Deka; Diah Triesia; Rani Ria Rizki; Dendi; Adli Adli; Muhammad Andri Zuliansyah; Siti Lestari; Andriadi Anugrah Ilahi; Muhammad Rizki Saputra
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4ayrzd91

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Kondisi ini mengakibatkan pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional dan jangkauan pasar menjadi terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan platform perdagangan elektronik sebagai strategi pemasaran digital. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan praktis agar pelaku usaha mampu mengelola pemasaran secara mandiri melalui media digital. Metode yang digunakan meliputi diskusi interaktif, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung, yang mencakup pembuatan akun perdagangan elektronik, pengelolaan katalog produk, teknik fotografi produk, dan strategi promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengelola akun perdagangan elektronik serta meningkatnya kemampuan membuat konten promosi yang menarik. Kesimpulannya, pemanfaatan perdagangan elektronik dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing di era transformasi digital.