Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan PKK Kabupaten Indragiri Hilir Dalam Inovasi Produksi Minyak Makan Merah Sebagai Pencegahan Stunting M Ridwan; Nina Veronika; Harmi Yelmi; Hanifah Khairiah; Antonius Jumadi Sihotang
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/yy15gz69

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi serius yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir dengan prevalensi 18,8%, lebih tinggi dibandingkan target nasional 14% pada tahun 2024 (Kemenkes RI, 2021). Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan (WHO, 2020). Salah satu intervensi gizi potensial adalah pemanfaatan minyak makan merah, produk olahan dari minyak sawit mentah yang kaya β-karoten sebagai provitamin A dan vitamin E, terbukti mengurangi risiko kekurangan vitamin A dan meningkatkan kadar retinol serum (Dong et al., 2017). Penelitian menunjukkan bahwa minyak makan merah dengan kandungan karoten ≥380 ppm efektif dalam mencegah stunting pada anak usia dini (Khairiah & Sihotang, 2024). Program pengabdian ini melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Indragiri Hilir sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam edukasi gizi keluarga. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan kader dalam memproduksi minyak makan merah skala rumah tangga, memperluas pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang, serta membuka peluang usaha baru. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi prototipe, serta pendampingan. Jumlah peserta mencapai 72 orang (kader TP PKK dan tenaga puskesmas). Uji mutu awal menunjukkan kadar karoten minyak makan merah sebesar 420 ppm, melebihi ambang minimal 380 ppm. Evaluasi kuisioner menunjukkan peningkatan pemahaman manfaat (+44%), peningkatan pengetahuan teknis (rata-rata 78%), mitra yang telah mencoba prototipe meningkat dari ±20% menjadi 68% (+48%), kemudahan penggunaan dari ±30% menjadi 76% (+46%), dan ketersediaan bahan baku meningkat (+22%). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan kader dalam produksi minyak, kesadaran gizi masyarakat, serta munculnya peluang usaha baru berbasis minyak makan merah. Program ini mendukung pencapaian SDGs, Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi, serta Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis komoditas lokal mampu memberikan dampak positif terhadap kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga
Pemetaan Kualitas Udara Menggunakan Integrasi K-Means dan Random Forest Berbasis Data Sentinel-5P Muhammad Ridwan; Fenty Kurnia Oktorina; Hanifah Khairiah; Fajril Akbar
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 12 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v12i2.2026.222-230

Abstract

Kualitas udara merupakan salah satu indikator penting dalam pengelolaan lingkungan, namun ketersediaan data hasil pengukuran lapangan masih terbatas pada banyak wilayah, termasuk Kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran spasial polutan atmosfer, memetakan kualitas udara menggunakan integrasi metode K-Means dan Random Forest, serta mengidentifikasi kontribusi masing-masing parameter polutan terhadap pembentukan kelas kualitas udara. Penelitian memanfaatkan data Sentinel-5P Level-3 periode Januari–Desember 2025 yang diolah melalui Google Earth Engine (GEE). Lima parameter atmosfer yang digunakan meliputi nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), ozon (O3), dan Aerosol Index (AI). Metode K-Means digunakan untuk membentuk pseudo-label melalui proses clustering, kemudian hasilnya digunakan sebagai data pelatihan pada algoritma Random Forest untuk menghasilkan peta kualitas udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di Kabupaten Kampar terbagi ke dalam tiga kelas, yaitu kelas rendah sebesar 45 persen, kelas sedang 44 persen, dan kelas tinggi 11 persen. Wilayah dengan kualitas udara tinggi terkonsentrasi di bagian selatan Kabupaten Kampar, terutama Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan sekitarnya. Analisis feature importance menunjukkan bahwa CO dan Aerosol Index merupakan parameter yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan kelas kualitas udara, diikuti oleh O3, NO2, dan SO2. Selain itu, distribusi spasial kelas kualitas udara tinggi menunjukkan kesesuaian dengan beberapa lokasi kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2025. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi K-Means dan Random Forest berbasis data Sentinel-5P berpotensi menjadi alternatif pemetaan kualitas udara pada wilayah yang memiliki keterbatasan stasiun.