Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan, tidak hanya pada lansia tetapi juga pada usia produktif, khususnya di Puskemas Pelambuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara non modifiable dan modifiable risk factors dengan hipertensi pada usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 598 dengan jumlah sampel sebanyak 86 reponden usia produktif dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan teknik pengumpulan data wawancara. Analisis statistik menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa non modifiable risk factors yaitu riwayat genetik (p-value 0,027) dan usia (p-value 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi namun tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value 0,888) dengan hipertensi sedangkan dari modifiable risk factors meliputi aktivitas fisik (p-value 0,026), pola makan (p-value 0,008) dan status gizi (p-value 0,017) menunjukan hubungan yang signifikan dengan hipertensi di Puskemas Pelambuan. Masyarakat disarankan rutin dalam memeriksakan kesehatannya dan menerapkan gaya hidup sehat. Bagi Puskemas Pelambuan diharapkan melakukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan serta dapat memperluas informasi dengan pemasangan spanduk atau poster kesehatan.Kata Kunci: Hipertensi , Non-Modifiable Risk Factors (genetik, usia, jenis kelamin), Modifiable Risk Factors (aktivitas fisik, pola makan, status gizi)