Nasila Ayu Natasya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR M. Azka Ulinnuha; Aulya Naysa Abila; Saskia Meilana Siswanto; Nasila Ayu Natasya; Faiz Irkham Maulana; M. Rikza Chamami
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.1797

Abstract

Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.
Tasawuf sebagai Pendekatan Spiritual dalam Pencegahan Krisis Mental pada Generasi Z di Lingkungan Kampus UIN Walisongo Semarang Aghisna Tsanil Mafasa; Nasila Ayu Natasya; M Rikza Chamami
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v4i3.3082

Abstract

Sufism as a spiritual approach has a great potential to prevent mental health problems among Generation Z students at UIN Walisongo Semarang. This is because Sufism focuses on inner balance, self-awareness, and strengthening spiritual values that can be a source of psychological resilience. This study aims to investigate how Sufism practices such as dhikr, self-reflection, and spiritual guidance can help prevent mental health problems, such as stress, anxiety, and loneliness among Generation Z students. The method used in this study is a qualitative study with a phenomenological design. Data were obtained from in-depth interviews with students, observations of religious activities on campus, and focus group discussions, then analyzed thematically. Interviews were conducted with three students: Wilda Ismatus Sarifah (Faculty of Tarbiyah and Teacher Training), Sinta Wahdatul Khusna (Faculty of Tarbiyah of Social and Political Sciences), and Umi Fathonah (Faculty of Tarbiyah and Teacher Training). The study found that regular Sufism practice guided by experienced individuals helped students feel more meaningful, more socially connected, and develop coping strategies. This was associated with reduced symptoms of stress and anxiety, as well as improved well-being. The study recommends integrating Sufism-based spiritual programs into campus counseling services and character development activities. It also recommends training spiritual mentors and fostering collaboration between student welfare units and religious institutions on campus to support the mental health of young people.