Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adaptasi Perilaku Berkendara Motor yang Agresif Menggunakan PCA dan Manova Gultom, Zuli Agustina; Tanjung, Mahardika Abdi Prawira; Hamidy, Al
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i3.1332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku berkendara agresif di kalangan pengendara motor menggunakan teknik analisis multivariat, termasuk Principal Component Analysis (PCA), klastering, dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Survei dilakukan pada 130 responden untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berkendara, seperti kelalaian, perilaku agresif, dan kesalahan persepsi. Hasil PCA mengidentifikasi tiga faktor utama yang mempengaruhi perilaku berkendara agresif, yaitu kelalaian dan ketidakfokusan (kontribusi terbesar), perilaku agresif/pelanggaran aturan, dan kesalahan persepsi/pengendalian kendaraan. Komponen pertama menjelaskan 65% dari varians data, dengan titik elbow ditemukan pada komponen ketiga. Uji KMO menunjukkan nilai 0,743, yang menandakan bahwa data sampel cukup representatif untuk dianalisis, sementara uji Bartlett's Test of Sphericity dengan p-value 0,000 mengindikasikan korelasi signifikan antar variabel. Uji MANOVA menunjukkan bahwa faktor kelalaian dan ketidakfokusan tidak berpengaruh signifikan terhadap keselamatan berkendara (p = 0,104), sementara perilaku agresif/pelanggaran aturan memiliki pengaruh moderat (p = 0,215) terhadap salah satu variabel dependen. Faktor kesalahan persepsi juga tidak berpengaruh signifikan (p = 0,061). Uji Levene mengungkapkan varians tidak homogen untuk faktor kelalaian (p = 0,028), sedangkan varians untuk faktor perilaku agresif dan kesalahan persepsi homogen. Temuan ini mengindikasikan bahwa kelalaian dan kesalahan persepsi berperan lebih dominan dalam mempengaruhi risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan kebijakan keselamatan berkendara, terutama dalam menangani faktor kelalaian dan pengendalian persepsi pengemudi.
Effectiveness of Green Infrastructure for Flood Mitigation in Semarang City Kumar, Rohan; Tsegaye, Hana; Hamidy, Al
Journal of Multidisciplinary Sustainability Asean Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijmsa.v2i4.2684

Abstract

Background. Flooding has become one of the most persistent environmental challenges in Semarang City, driven by rapid urbanization, land subsidence, and inadequate drainage systems. Conventional flood management approaches relying solely on grey infrastructure have proven insufficient to address the increasing frequency and intensity of flood events. Green infrastructure, including urban green spaces, bio-swales, retention ponds, and mangrove restoration, has emerged as a sustainable alternative that enhances natural water absorption and resilience against hydrological stress. Purpose. This study aims to evaluate the effectiveness of green infrastructure in mitigating floods in Semarang by assessing its hydrological, ecological, and socio-economic impacts. Method. A mixed-method approach was adopted, combining quantitative analysis of hydrological data with qualitative assessments from community surveys and expert interviews. Hydrological modeling using GIS and SWMM software was employed to simulate flood scenarios under different land-use configurations. Data on rainfall, surface runoff, and infiltration rates were collected from the Semarang Environmental and Public Works Agencies. Qualitative insights were gathered from local stakeholders to evaluate community perceptions of green infrastructure effectiveness and maintenance challenges. Results. The results indicate that green infrastructure interventions reduced peak flood levels by an average of 22–28%, improved runoff retention capacity, and enhanced groundwater recharge. Neighborhoods with integrated green spaces demonstrated greater resilience during heavy rainfall events compared to those relying solely on engineered drainage. Conclusion. The study concludes that the adoption of green infrastructure offers a cost-effective and ecologically sound strategy for urban flood mitigation in Semarang. Strengthening policy integration, maintenance systems, and community engagement is essential to sustain long-term resilience.