Hasbulloh, Mu'arif Ihza
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN GEOSTATISTIK UNTUK MEMETAKAN SEBARAN HAMA KUTU KEBUL (Bemisia sp.) PADA LAHAN TANAMAN MELON: A GEOSTATISTICAL APPROACH FOR MAPPING THE SPATIAL DISTRIBUTION OF WHITEFLY (Bemisia sp.) IN MELON FIELDS Hasbulloh, Mu'arif Ihza; Nirwanto, Hery; Rahmadhini, Noni
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.4.3

Abstract

Kutu kebul (Bemisia sp.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman melon yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi spasial hama kutu kebul menggunakan pendekatan geostatistik sebagai dasar pengendalian yang tepat sasaran. Penelitian dilakukan di lahan tanaman melon varietas Amanda di Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Pengambilan data menggunakan perangkap kuning (yellow trap) yang dipasang secara teratur, dengan penentuan titik koordinat menggunakan GPS. Data dianalisis menggunakan software Stanford Geostatistical Modeling Software (SGeMS) melalui tahapan penyusunan variogram, pemilihan model teoritis (spherical, exponensial, gaussian), dan interpolasi dengan metode Ordinary Kriging. Hasil analisis menunjukkan bahwa model variogram exponensial merupakan model terbaik dengan nilai RMSE terkecil yaitu 1,76. Nilai nugget effect sebesar 0,05, sill 2, dan range 8,55 meter menunjukkan pola distribusi kutu kebul yang cenderung mengelompok. Peta kontur yang dihasilkan memperlihatkan konsentrasi hama tinggi pada tanaman melon sehat di bagian selatan lahan, yang berkorelasi dengan kondisi tanaman melon yang lebih sehat di area tersebut. Pola ini kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi mikroklimat yang lebih mendukung atau pola kolonisasi awal hama. Pendekatan ini memberikan informasi spasial yang penting untuk pengendalian hama secara efisien dan ramah lingkungan, serta mendukung penerapan pengelolaan hama terpadu.