Kepribadian seorang anak, terutama tipe introvert dan ekstrovert, memainkan peran fundamental dalam membentuk proses belajar dan interaksi sosial mereka. Anak- anak introvert cenderung berkembang dengan baik di lingkungan yang tenang, memprioritaskan fokus pada dunia batin mereka dan aktivitas membaca yang mendalam, sementara anak-anak ekstrovert mendapatkan energi dari interaksi sosial, diskusi kelompok, dan lingkungan belajar yang aktif. Di sisi lain, gaya pengasuhan, baik otoriter, permisif, maupun demokratis, memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak dan kemampuan mereka dalam menyerap informasi. Gaya pengasuhan yang selaras dengan temperamen anak dapat mengoptimalkan potensi belajar mereka, namun seringkali terdapat ketidakcocokan yang dapat menghambat perkembangan dan potensi akademik mereka. Penelitian ini sangat diperlukan mengingat tantangan pendidikan modern yang cenderung mengadopsi pendekatan homogen, mengabaikan keragaman gaya belajar yang dipengaruhi oleh kepribadian. Tujuan studi ini adalah menganalisis pengaruh gaya pengasuhan terhadap gaya belajar spesifik pada anak-anak dengan kepribadian introvert dan ekstrovert, serta mengidentifikasi strategi pengasuhan yang efektif untuk mendukung perkembangan optimal mereka. Dalam konteks studi ini, introvert ditandai dengan preferensi untuk komunikasi terbatas dan pemikiran subjektif, sementara ekstrovert bersifat terbuka, ramah, dan pemikir objektif. Sementara pola asuh demokratis memberikan bimbingan rasional yang menghormati kebebasan anak-anak, pola asuh otoriter menurunkan rasa percaya diri, dan pola asuh permisif mengurangi kendali diri. Keunikan studi ini terletak pada fokus integratifnya terhadap dampak gaya pengasuhan terhadap gaya belajar kepribadian spesifik, aspek yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks lokal. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi orang tua dan pendidik untuk menyesuaikan metode pengasuhan dan pengajaran mereka, sehingga mencegah hambatan perkembangan seperti penurunan motivasi atau kesulitan bersosialisasi, sambil memaksimalkan potensi unik setiap anak.