Penelitian ini mengkaji sistem pendidikan di negara maju sebagai studi kasus untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang mendorong keberhasilan pembangunan pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada analisis kebijakan pemerintah, struktur kurikulum, kualitas tenaga pendidik, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis kajian pustaka, dengan menelaah laporan internasional, artikel ilmiah, serta data resmi dari lembaga seperti OECD, UNESCO, dan kementerian pendidikan negara terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional dengan dukungan anggaran yang konsisten, perencanaan jangka panjang, dan sistem evaluasi yang ketat. Kurikulum disusun secara adaptif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja, sementara kualitas guru dijaga melalui program pelatihan berkelanjutan serta seleksi yang ketat. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan telah menciptakan budaya belajar sepanjang hayat, di mana keluarga, sekolah, dan komunitas berperan aktif. Pemerataan akses diwujudkan melalui kebijakan inklusif, dan teknologi dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Temuan ini memberi implikasi penting bagi Indonesia, yaitu perlunya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada kualitas sekaligus pemerataan agar daya saing pendidikan nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.