Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Pola makan dan gaya hidup sering dikaitkan sebagai faktor risiko hipertensi, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada kelompok middle age di wilayah kerja Puskesmas Sawangan, Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang diambil dari populasi sebanyak 516 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel serta Odds Ratio untuk melihat kecenderungan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (79,2%) dan gaya hidup tidak sehat (83,0%), dengan proporsi kejadian hipertensi sebesar 50,9%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi (p = 0,473; OR = 0,154) maupun antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi (p = 0,501). Meskipun tidak signifikan secara statistik, nilai Odds Ratio menunjukkan kecenderungan bahwa pola makan dan gaya hidup yang lebih baik bersifat protektif terhadap kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik pola makan dan gaya hidup belum terbukti berhubungan dengan kejadian hipertensi pada responden, namun tetap memiliki relevansi klinis dalam upaya pencegahan hipertensi. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor risiko lain.