M. Yusril
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER MARYAM DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR QUR’AN KARIM KARYA MAHMUD YUNUS Aulia, Nurul; Maghfiratuzzahroh; M. Yusril
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v6i1.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kisah Maryam, sebagaimana yang dipaparkan dalam Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (liberary research). Kemudian diperkuat oleh data primer merujuk pada (Tafsir Qur’an Karim). Sedangkan data sekunder berupa cakupan dari tafsir, serta literature pendidikan karakter yang masih relevan dengan tema penelitian. Selanjutnya untuk analisis data berupa metode analisis isi dan pendekatan tematik, guna untuk menelusuri konstruksi pendidikan karakter pada narasi kisah mArtam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mahmud Yunus dalam tafsirnya mengemukakan kisah Maryam melalui corak edukatif, yang menekankan pada nilai-nilai iman, kesucian, kesabaran, ketaatan, serta keikhlasan sebagai dasar utama dalam pendidikan pada karakter Islam. Dari kelima nilai tersebut menjadi kunci utama dalam membentuk kepribadian Muslim dan Muslimah yang berakhlakul karimah yang baik dan tangguh. Penelitian ini juga menegaskan bahwasannya Mahmud Yunus dalam Tafsir Qur’an Karim tidak hanya menekankan pada nilai teologis saja, namun berkontribusi juga dalam membangun pengajaran yang berintegritas. Dengan demikian, Penggambaran kisah Maryam memberikan inspirasi bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang tidak hanya memprioritaskan pada ilmu pengetahuan saja, namun juga pada pembinaan terhadap akhlak dan spiritualitas yang baik. Terlebih lagi pada konteks pendidikan modern, baik untuk umat Muslim maupun umat beragama.