Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Community Empowerment For Dengue Prevention Through Breeding Site Mapping And Kap-Based Behavioral Strengthening In A Hyperendemic Urban Area Dhamayanti, Yeni; Anwar, Deva Fitra Firdausa; Nisak, Salsabila Rabbani Khoirun; Amalia, Reny Dwi Desti; Putri, Febra Hamidah; Darmayanti, Hesti Sukma Ayu; Firsy, Rahma Salsabila Ananda; Imannaufan, Achmad; Alamudi, Muchammad; Saleh, Tania Ardiani; Hendarti, Gracia Angelina; Pawitra, Aditya Sukma; Diyanah, Khuliyah Candraning
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6565

Abstract

Dengue tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah perkotaan hiperendemik seperti Surabaya. Studi ini mengintegrasikan analisis host–agent–environment dan pemetaan tempat perindukan untuk mengidentifikasi faktor perilaku dan ekologis yang memengaruhi penularan dengue di Sambikerep. Pendekatan mixed-methods mencakup: (1) kuesioner KAP tervalidasi pada tujuh RW; (2) observasi tempat perindukan nyamuk di luar ruangan; dan (3) inspeksi dalam rumah untuk mendeteksi jentik dan menghitung House Index (HI). Analisis korelasi menilai hubungan antara skor KAP dan HI, sementara observasi kualitatif memberikan konteks temuan. Skor KAP menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan HI (r = –0.715, p < 0.05), menunjukkan bahwa tingkat kesadaran yang lebih tinggi berkaitan dengan lebih rendahnya keberadaan jentik di dalam rumah. Namun, titik perindukan seperti water meter, pot tanaman, dan saluran drainase tetap ditemukan meskipun skor KAP relatif tinggi, mengindikasikan adanya hambatan struktural. Pendekatan multidimensional yang menggabungkan asesmen perilaku dan pemetaan lingkungan sangat penting. Pengendalian berkelanjutan memerlukan intervensi yang mengintegrasikan edukasi, keterlibatan komunitas, dan pengelolaan lingkungan di area perkotaan hiperendemik