Dengue tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah perkotaan hiperendemik seperti Surabaya. Studi ini mengintegrasikan analisis host–agent–environment dan pemetaan tempat perindukan untuk mengidentifikasi faktor perilaku dan ekologis yang memengaruhi penularan dengue di Sambikerep. Pendekatan mixed-methods mencakup: (1) kuesioner KAP tervalidasi pada tujuh RW; (2) observasi tempat perindukan nyamuk di luar ruangan; dan (3) inspeksi dalam rumah untuk mendeteksi jentik dan menghitung House Index (HI). Analisis korelasi menilai hubungan antara skor KAP dan HI, sementara observasi kualitatif memberikan konteks temuan. Skor KAP menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan HI (r = –0.715, p < 0.05), menunjukkan bahwa tingkat kesadaran yang lebih tinggi berkaitan dengan lebih rendahnya keberadaan jentik di dalam rumah. Namun, titik perindukan seperti water meter, pot tanaman, dan saluran drainase tetap ditemukan meskipun skor KAP relatif tinggi, mengindikasikan adanya hambatan struktural. Pendekatan multidimensional yang menggabungkan asesmen perilaku dan pemetaan lingkungan sangat penting. Pengendalian berkelanjutan memerlukan intervensi yang mengintegrasikan edukasi, keterlibatan komunitas, dan pengelolaan lingkungan di area perkotaan hiperendemik
Copyrights © 2026