Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Therapeutic Options For Xanthelasma Palpebrarum: Pharmacological Approaches, Surgical Procedures, And Laser Therapy Pradika, Joseph Bagasjati; Yasin, ⁠Kamal; Hutagalung, Bertrand Revival; Yahya, Nur Khalisha; Ibrizatun, Amin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Xanthelasma palpebrarum is a benign skin lesion consisting of a yellowish periorbital plaque due to lipid accumulation, often associated with hyperlipidemia, although primarily an aesthetic complaint. This study aimed to evaluate the effectiveness, complications, and recurrence factors of three main modalities: surgical excision, CO2 laser, and LASIK.₂, and TCA. Using a qualitative systematic literature review approach based on PRISMA, the population included publications from 2021-2025 in Google Scholar, PubMed, and Scopus. The purposive sample consisted of 16 articles (500+ patients) with inclusion criteria of interventional studies and lipid profiles. The PRISMA protocol instrument and thematic content analysis identified patterns of effectiveness through triangulation and MMAT quality appraisal. The results showed that CO laser₂most effective (100% resolution, 13-16% recurrence), followed by surgical excision (3-60%), and TCA 70% for small lesions (25-39% recurrence) with a 33% risk of pigmentation. Conclusions recommend individualization of therapy based on lesion size, skin type, and systemic lipid management to minimize recurrence.
Peran Battlefield Acupuncture Sebagai Modalitas Analgesia Cepat Pada Nyeri Traumatik Di Medan Tempur Maghfiroh, Dina; Vani, Emya Grace; Ibrahim, Muhammad Taufik; Pradika, Joseph Bagasjati; Rasuli, Muhammad Luthfi Al; Sinabutar, Reinhard Sadrakh; Deta, Yesania Putri Umbu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6938

Abstract

Battlefield Acupuncture (BFA) merupakan teknik auricular acupuncture yang dikembangkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat sebagai metode analgesia cepat menggunakan lima titik khusus pada aurikula dengan acupuncture needles tipe semi-permanen. Modalitas ini dirancang untuk memberikan kontrol nyeri segera pada kondisi nyeri akut, termasuk nyeri traumatik yang sering terjadi pada lingkungan militer dan medan tempur. Dalam situasi operasional dengan sumber daya terbatas, BFA menjadi pilihan non-farmakologis yang praktis karena bersifat portabel, aman, dan dapat diaplikasikan dengan cepat oleh tenaga medis terlatih. Review ini dilakukan untuk menilai efektivitas BFA dalam penanganan nyeri traumatik, termasuk kecepatan onset analgesia, durasi efek, keamanan, serta potensi pengurangan kebutuhan analgesik farmakologis. Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa basis data seperti PubMed, MEDLINE, Cochrane Library, Scopus, dan Google Scholar. Sebagian besar studi melaporkan bahwa BFA mampu memberikan penurunan nyeri dalam hitungan menit setelah aplikasi, dengan durasi efek analgesia yang dapat bertahan dari beberapa jam hingga beberapa hari. Efek samping minimal, dan teknik ini terbukti bermanfaat dalam kondisi perang, bencana, maupun situasi pra-rumah sakit. BFA dapat disimpulkan sebagai modalitas analgesia yang efektif, aman, murah, dan mudah dibawa, sehingga berpotensi menjadi komponen penting dalam manajemen nyeri traumatik di medan tempur dan kondisi emergensi dengan akses terbatas terhadap obat-obatan.