Hipertensi atau atau silent killer merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah. Usia seseorang merupakan salah satu faktor risiko tekanan hipertensi, pada lansia sensitivitas organ yang mengatur hipertensi yaitu refleks baroreseptor mulai berkurang. Prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 29,94%, salah satu upaya yang dilakukan dengan terapi nonfarmakologis pemberian jus tomat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan pre experiment rancangan one group pre-posttest design, penelitian dilakukan di Desa Waylayap Pesawaran. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang memiliki tekanan darah tinggi. Tehnik sampling yang digunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 18 orang, penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2025, Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan SOP pengukuran tekanan darah, SOP Jus Tomat, lembar observasi, dan analisa menggunakan uji wilxocon. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebelum diberikan jus tomat rata-rata tekanan darah sistole responden adalah 158,06, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolenya 94,44. Setelah intervensi pemberian jus tomat, rata-rata tekanan darah sistole menurun menjadi 139,72 dan rata-rata tekanan darah diastole menjadi 85,83. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah. Penelitian menyimpulkan bahwa jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Desa Way Layap Pesawaran. Oleh karena itu, lansia disarankan menerapkan terapi nonfarmakologis melalui konsumsi jus tomat sebagai upaya membantu mengatasi tekanan darah tinggi.