Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di daerah pesisir yang memiliki akses layanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi yang terbatas. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam mencegah stunting melalui pengetahuan, sikap, dan cara mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu dalam mencegah stunting di masyarakat pesisir Desa Sei Naga Lawan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 ibu yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (40,0%) dan baik (33,3%), namun masih ada 26,7% yang memiliki pengetahuan kurang. Sikap ibu terhadap pencegahan stunting cenderung positif (70,0%), tetapi praktik pencegahan stunting sebagian besar masih berada di kategori cukup (43,3%). Perbedaan antara pengetahuan, sikap, dan praktik dipengaruhi oleh faktor lingkungan pesisir seperti akses layanan kesehatan dan sanitasi yang terbatas serta kondisi ekonomi keluarga. Kesimpulannya, meskipun sikap ibu terhadap pencegahan stunting sudah positif, diperlukan peningkatan pengetahuan dan penguatan praktik nyata di tingkat rumah tangga melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan budaya lokal pesisir.