Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat kegagalan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, maupun kombinasi keduanya. Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antidiabetes dari sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis L.) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi aloksan & untuk menentukan konsentrasi sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun yang memberikan penurunan kadar glukosa darah paling optimal dibandingkan dengan kontrol positif (metformin). Hewan uji dibuat menjadi model tikus Diabetes Mellitus (DM tipe-2) dengan menggunakan induksi aloksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 30 ekor tikus wistar jantan yang telah diinduksi menjadi model tikus Diabetes Mellitus dengan KGDP > 126 mg/dL dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu terdiri dari kontrol negatif (aloksan), kontrol positif (metformin 45 mg/kgBB), perlakuan 1,2 dan 3 diberikan sediaan mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun (EEDS). Kemudian diberikan sediaan uji selama 14 hari. Pengukuran kadar gula darah menggunakan alat cek gula darah Autocheck. Hasil menunjukkan bahwa % penurunan kadar glukosa darah pada kontrol negatif 0%, kontrol positif 17%%, , EEDS 0,25% sebesar 24%, EEDS 0,5% sebesar 25%, dan EEDS 0,75% mencapai 20%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan Ekstrak Etanol Daun Sukun dengan konsentrasi 0,75% menghasilkan penurunan kadar gula darah yang hampir sebanding dengan metformin. Sebaliknya, konsentrasi 0,25% hanya memberikan efek yang kurang optimal. Dengan demikian, mikroenkapsulasi ekstrak etanol daun sukun berpotensi sebagai agen alternatif dalam menurunkan kadar gula darah.