Apeng, Meutiya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Program Sekolah Adiwiyata di Kota Bima sebagai Model Pembelajaran Lingkungan Berkelanjutan Missouri, Randitha; Maulana, Muhammad Rizki; Apeng, Meutiya
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): December 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v2i1.106

Abstract

Program Sekolah Adiwiyata merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pendidikan lingkungan berkelanjutan sebagai respons terhadap krisis lingkungan global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Sekolah Adiwiyata di Kota Bima sebagai model pembelajaran lingkungan berkelanjutan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) terhadap capaian Sustainable Learning Outcome (SLO). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain evaluasi program ex-post facto. Populasi penelitian adalah 30 sekolah Adiwiyata di Kota Bima dengan 110 responden terdiri dari kepala sekolah dan guru. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang valid dan reliabel (α = 0,924), kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan Program Sekolah Adiwiyata efektif dengan Indeks Pelaksanaan Program (IPP) sebesar 4,011 (80,2%) dan pencapaian SLO sebesar 4,23 (84,6%) kategori "Sangat Baik". Komponen Process memiliki pengaruh terbesar terhadap SLO (β = 0,398), diikuti Product (β = 0,312), Input (β = 0,245), dan Context (β = 0,186). Secara simultan, komponen CIPP berpengaruh signifikan terhadap SLO dengan kontribusi 64,3% (R² = 0,643). Penelitian menyimpulkan bahwa Program Sekolah Adiwiyata di Kota Bima efektif sebagai model pembelajaran lingkungan berkelanjutan dengan komponen Process sebagai faktor determinan utama. Rekomendasi meliputi penguatan kualitas implementasi program, peningkatan alokasi anggaran, dan penguatan regulasi daerah untuk optimalisasi program.