Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN SUBSTANSI DAN FILOSOFI ANTARA KUHP LAMA DAN KUHP BARU Rochma, Sofiatus Zahra; Setyawan, Eka Wahyu; Gani, Muhammad Zidan; Romadhon, Ahmad Heru
DEDIKASI : Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, Budaya Vol 26, No 2 (2025): DEDIKASI
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/ddk.v26i2.9274

Abstract

Pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 merupakan langkah strategis dalam pembaruan hukum pidana nasional Indonesia. KUHP Lama yang bersumber dari Wetboek van Strafrecht peninggalan kolonial Belanda telah lama menuai kritik karena dinilai tidak lagi selaras dengan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta perkembangan sosial masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan substansi pengaturan dan landasan filosofis antara KUHP Lama dan KUHP Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara substansial KUHP Baru menghadirkan perubahan mendasar, terutama dalam tujuan pemidanaan, jenis dan sistem sanksi pidana, pengakuan terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat, serta penguatan prinsip perlindungan hak asasi manusia. Secara filosofis, KUHP Baru berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila yang menekankan keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan, serta mengedepankan pendekatan humanistik dan keadilan restoratif. Sebaliknya, KUHP Lama lebih mencerminkan filosofi hukum pidana kolonial yang bersifat retributif dan berorientasi pada kepastian hukum formal. Dengan demikian, perbandingan antara KUHP Lama dan KUHP Baru menunjukkan adanya pergeseran paradigma hukum pidana Indonesia menuju sistem hukum yang lebih berdaulat, konstitusional, dan berkeadilan sosial.
ANALISIS KEPASTIAN HUKUM TERHADAP PRINSIP FINAL AND BINDING DALAM PUTUSAN ARBRITASE Rochma, Sofiatus Zahra; Al Jawawi, Mohammad Abil Faroj; Qoilun, Nur
LEGALITAS : Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/lg.v10i2.9208

Abstract

Penelitian ini menganalisis batasan terhadap prinsip final and binding (akhir dan mengikat) dalam putusan arbitrase serta implikasi upaya hukum pembatalan terhadap kepastian hukum bagi pelaku bisnis. Kepastian hokum ini sering kali diuji, seperti dalam kasus Putusan MA Nomor 665 B/Pdt.Sus-Arbt/2024 yang membatalkan putusan arbitrase akibat konflik kepentingan arbiter. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative atau penelitian hokum doktrinal, dengan fokus pada kaidah-kaidah hukum dan prinsip-prinsip yang berlaku. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach).Yang hasilnya ialah Prinsip final and binding tidak bersifat mutlak. Batasan utamanya terdapat pada Pasal 70 UU AAPS (dokumen palsu, penyembunyian dokumen, atau tipu muslihat) dan asas ketertiban umum. Selain itu, putusan MA No. 665 B/Pdt.Sus-Arbt/2024 mempertegas bahwa pelanggaran integritas proses, seperti konflik kepentingan arbiter, dapat membatalkan putusan karena mencederai rasa keadilan. Implikasi upaya pembatalan adalah terganggu nya kepastian hukum dan eksekusi menjadi berlarut-larut, yang bertentangan dengan filosofi arbitrase. Diperlukan kehati-hatian ketat dari pengadilan dalam mengabulkan pembatalan, hanya jika alasan Pasal 70 terbukti meyakinkan, untuk menyeimbangkan keadilan dan kepastian hukum.