Urgensi dalam penelitian ini adalah kurangnya perhatian siswa dalam mengenal budaya local dalam hal mengenal lambing bilangan disebabkan kurangnya metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, menilai kelayakan, dan menguji efektivitas metode Lagu Tepuk Lompat (TEPAT) berbasis budaya lokal dalam meningkatkan kemampuan anak usia 4–5 tahun mengenal lambang bilangan 1–10 di PAUD Mitra Bersama, Medan. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive terhadap 20 anak kelompok A yang mengikuti kegiatan pembelajaran reguler. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli (materi, bahasa, musik, motorik), lembar observasi, serta tes kinerja pra dan pasca perlakuan (pretest–posttest). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara guru, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan perhitungan skor validasi dan N-Gain. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata sebesar 92,3%, termasuk kategori “sangat valid”. Secara kuantitatif, rata-rata skor kemampuan anak meningkat dari 45,4% (kategori mulai berkembang) pada pretest menjadi 75,4% (kategori berkembang sesuai harapan) pada posttest, dengan peningkatan sebesar 30% dan nilai N-Gain 0,56 (kategori sedang–efektif). Secara kualitatif, anak menunjukkan antusiasme tinggi, koordinasi motorik lebih baik, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran. Metode Lagu TEPAT terbukti efektif karena mengintegrasikan unsur musik, tepuk, lompat, serta bahasa dan ritme Batak yang familiar bagi anak, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan numerik anak sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap identitas budaya sejak dini.