Desa Watorumbe di Kabupaten Buton Tengah merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah pesisir pantai dengan hasil utama berasal dari tangkapan laut. Penduduk desa pada umumnya berprofesi sebagai nelayan. Rendahnya pengetahuan nelayan dalam meningkatkan pendapatan dari sumber mata pencaharian memberi tantangan bagi tim pengabdian untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang diperkenalkan berupa pengembangan bubu ikan modern, alat tangkap efisien dan ramah lingkungan dengan bahan tahan lama serta desain sesuai kondisi perairan lokal. Inovasi ini meningkatkan hasil tangkapan, mengurangi kerusakan lingkungan, dan mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi nelayan pesisir. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan kemampuan mitra melalui inovasi bubu dan pembuatan abon ikan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan inovasi bubu, abon ikan dan penyusunan laporan keuangan sederhana serta evaluasi kegiatan. Waktu pelaksanaan dari 21 Juni sampai 31 Juli 2025 dengan mitra sasaran berjumlah 15 orang yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Perikakan Balaki Jaya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dari inovasi bubu menghasilkan 40 buah bubu dengan harga Rp365,000/bubu. Hasil tangkapan bubu berupa ikan yang sebelumnya dijual Rp15,000/Kg menjadi Rp45,000/Kg terjadi kenaikan sebesar Rp30,000 dengan persentase kenaikan sebesar 67%, . Hasil pengolahan abon ikan dijual Rp50,000/cup (1 cup 500 gram) yang juga meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar 42,8%. Hasil pengukuran post tes setelah kegiatan menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat peningkatan pemahaman mitra dengan kategori mampu yang sebesar 68,23% dengan persentase kenaikan kemampuan sebesar 90,97%. Sehingga tingkat kemampuan mitra pengabdian dapat dikatakan tinggi setelah dilakukan kegiatan pemberdayaan Masyarakat