Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Roles of Javanese Phonology in Conveying Cultural Valuesin the Short Film Uba Rampe (2025) Maulana, Adam; Anwar, Alifia Nabila Putri; Mabruroh, Siti; Lukman, Diva Sania
Humanitatis : Journal of Language and Literature Vol. 12 No. 1 (2025): Humanitatis: Journal of Language and Literature
Publisher : LPPM Universitas Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/humanitatis.v12i1.5885

Abstract

This study aimed to examine how the phonological features of the Javanese language represent Javanese culture through the short film Uba Rampe (2025). This study used a qualitative descriptive method; the analysis focused on spoken utterances in the film that reflect elements of Javanese cultural representation. The research applied Chomsky’s theory of sound change to explain how specific phonological adaptations function as markers of cultural identity within the Javanese linguistic system. In addition, Poedjosoedarmo’s theory of linguistic politeness provides a framework for understanding how phonological variation can embody social values, particularly those related to respect and refinement in Javanese speech. The findings revealed several distinctive phonological phenomena, including phoneme alternations, allophonic variations, and aspiration patterns, which symbolize unique culturalcharacteristics of the Javanese language. Moreover, the presence of pre-nasalization in the utterances is a salient indicator of politeness, reflecting the Javanese emphasis on harmonious social interaction and deference. These phonological features were not merely linguistic markers but also served as representations of deeper cultural meanings embedded in everyday communication. Overall, this study demonstrated that the phonological system of Javanese plays a vital role in maintaining and expressing cultural identity, illustrating the intricate intertwining of language and culture within Javanese society.
KAJIAN DERIVASI PREFIKS BER- DAN TER- DALAM LIRIK LAGU ORISINAL JKT48 RAPSODI (2019) DAN MAGIC HOUR (2024) Maulana, Adam; Anwar, Alifia Nabila Putri; Mabruroh, Siti
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 3 (2025): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol7no3hlm263-274

Abstract

Akhir-akhir ini terdapat banyak lagu-lagu populer dalam dunia hiburan. Dari hasil observasi, lagu-lagu seperti Rapsodi (2019) dan Magic Hour (2024) yang dibawakan oleh JKT48 mengandung banyak bentuk afiksasi yang menarik untuk dianalisis, terutama dalam hal penggunaan prefiks ber- dan ter-. Selain karena kedua lagu tersebut mengandung banyak bentuk derivasi dengan prefiks ber- dan ter-, lagu Rapsodi (2019) dan Magic Hour (2024) juga menarik untuk dikaji dari segi linguistik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses derivasi prefiks ber- dan ter- serta makna gramatikalnya dalam lirik lagu orisinal JKT48 Rapsodi (2019) dan Magic Hour (2024). Dengan berlandaskan pandangan bahwa morfologi tidak hanya membahas struktur kata, tetapi juga makna yang muncul melalui afiksasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data dianalisis berdasarkan teori pada pembahasan prefix ber- dan ter-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ber- dan ter- tidak hanya membentuk kata, tetapi juga menghasilkan variasi makna gramatikal yang memperkaya struktur dan pesan dalam lirik lagu orisinil JKT48 Rapsodi (2019) dan Magic Hour (2024). Prefiks ber- menciptakan tiga pola derivasi berupa (1) transformasi nomina ke verba aktif, (2) verba bermakna "mengeluarkan sesuatu", dan (3) penambahan makna aktivitas tanpa perubahan kelas kata. Prefiks ter- memiliki dua fungsi primer yang membentuk verba pasif dari nomina dan menandai makna keadaan dari verba. Derivasi ini menggambarkan subjek dalam lirik sebagai pasien atau entitas yang mengalami kondisi tertentu.