Andry, Vensius Rico Novi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Marhata Sinamot dalam Adat Perkawinan Batak Toba: Kajian Sosiologi Agama dan Pandangan Gereja Katolik Tjang, Yanto Sandy; Soeryamassoka, Herkulana Mekarryani; Situmorang, Yosephin Metauli; Andry, Vensius Rico Novi; Iswaraningsih, Theresia Lina; Ubeq, Victoria Julianti Siska
Borneo Review Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/h0bq5c44

Abstract

This study examines the meaning and function of the Marhata Sinamot tradition in Batak Toba customary marriage and its relationship with Catholic teaching within the framework of the sociology of religion. Using a qualitative-descriptive approach through literature study, it draws on the thought of Durkheim, Weber, Marx, and Berger, as well as Church documents on inculturation. The findings show that Marhata Sinamot functions as a rite that reinforces social integration and kinship cohesion (Durkheim), and reflects actions driven by moral values and family social status (Weber). From Marx’s perspective, sinamot maintains economic relations and resource distribution patterns, while Berger highlights its role in shaping the social construction of reality that provides symbolic legitimacy to kinship structures. Although recognizing positive values such as respect for women’s dignity, family responsibility, and social solidarity, the Catholic Church emphasizes that sinamot does not determine the validity of the sacrament of marriage. The study concludes that Marhata Sinamot remains culturally and religiously relevant when practiced proportionally in line with Church teaching. Recommendations include pre-marital catechesis, dialogue with customary leaders, inculturated liturgical guidelines, and family economic empowerment to support faith formation and the preservation of Batak Toba cultural identity in modern society.
KONSEP KEBAJIKAN THOMAS AQUINAS SEBAGAI LANDASAN PARADIGMATIS BAGI MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN KRISTIANI Tjang, Yanto Sandy; Prasetyo, Laurentius; Astuti, Rosalia Enny; Wyatno, Anthony Kurniawan; Sinaga, Alexander Maruli Tua; Muliawati, Vincencia Arnita; Andry, Vensius Rico Novi
Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/sl.v5i2.140

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep kebajikan Thomas Aquinas sebagai dasar untuk membangun model manajemen kepemimpinan Kristiani yang menggabungkan aspek moral dan spiritual dalam konteks tantangan global. Di tengah kompleksitas sosial, ekonomi, dan teknologi saat ini, kepemimpinan Kristiani dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbasis kasih, integritas, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap karya Aquinas, Katekismus Gereja Katolik, serta literatur filsafat dan manajemen kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin dimotivasi untuk bertindak secara etis oleh empat kebajikan moral: kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri. Di sisi lain, tiga kebajikan teologal: iman, pengharapan, dan kasih, memberikan orientasi spiritual menuju kesempurnaan moral dan persatuan dengan Allah.  Integrasi kedua jenis kebajikan ini memperkaya fungsi manajemen modern: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, agar berjalan dengan dasar keadilan, empati, dan kasih. Studi kasus Santo Óscar Arnulfo Romero y Galdámez menunjukkan bahwa kebajikan dapat diterapkan secara efektif dalam kepemimpinan Kristiani melalui keberanian, solidaritas, dan komitmen terhadap martabat manusia di tengah ketidakadilan sosial. Dengan demikian, paradigma kepemimpinan Kristiani yang didasarkan pada kebajikan Aquinas memberikan model kepemimpinan yang etis, transformatif, dan berfokus pada bonum commune (kebaikan bersama) yang mencerminkan kesempurnaan moral dan kasih ilahi.