Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep kebajikan Thomas Aquinas sebagai dasar untuk membangun model manajemen kepemimpinan Kristiani yang menggabungkan aspek moral dan spiritual dalam konteks tantangan global. Di tengah kompleksitas sosial, ekonomi, dan teknologi saat ini, kepemimpinan Kristiani dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbasis kasih, integritas, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap karya Aquinas, Katekismus Gereja Katolik, serta literatur filsafat dan manajemen kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin dimotivasi untuk bertindak secara etis oleh empat kebajikan moral: kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri. Di sisi lain, tiga kebajikan teologal: iman, pengharapan, dan kasih, memberikan orientasi spiritual menuju kesempurnaan moral dan persatuan dengan Allah. Integrasi kedua jenis kebajikan ini memperkaya fungsi manajemen modern: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, agar berjalan dengan dasar keadilan, empati, dan kasih. Studi kasus Santo Óscar Arnulfo Romero y Galdámez menunjukkan bahwa kebajikan dapat diterapkan secara efektif dalam kepemimpinan Kristiani melalui keberanian, solidaritas, dan komitmen terhadap martabat manusia di tengah ketidakadilan sosial. Dengan demikian, paradigma kepemimpinan Kristiani yang didasarkan pada kebajikan Aquinas memberikan model kepemimpinan yang etis, transformatif, dan berfokus pada bonum commune (kebaikan bersama) yang mencerminkan kesempurnaan moral dan kasih ilahi.
Copyrights © 2025