Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Customs Implementation on Export and Import Products Nasution, Risky Alfandi; Nasution, Edi Marjan; Arini, Lily Muthia; Billah, Salsa; Sarah, Siti; Rangkuti, Monita; Rihalah, Saidah; Rifky, Mulia; Adelina, Selvi; Lubis, Nur Hayani; Saputra, Mhd Erwin; Rahman, Mhd Avif
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5208

Abstract

This study aims to analyze the application of customs duties to export and import products by reviewing various aspects, namely customs issues, the definition of customs duties, the legal basis, and examples of export and import products. The main problems that often arise in the implementation of customs duties include bureaucratic obstacles, smuggling, and regulatory uncertainty, all of which can negatively affect the smooth flow of international trade and create challenges for businesses engaging in cross-border transactions. Customs duties themselves are defined as state levies on goods entering (imports) or leaving (exports) the customs area, which function not only as a fiscal instrument to generate government revenue but also as a regulatory tool to control the flow of goods and protect domestic industries. The legal basis for the application of customs duties in Indonesia is regulated by Law Number 17 of 2006 concerning Customs, which provides a clear legal framework for enforcing customs regulations and ensuring compliance by traders and exporters. In practice, customs duties are applied to a wide range of products, including agricultural products, industrial products, consumer goods, and strategic commodities that are critical for national development. Through this analysis, it is hoped that a more comprehensive understanding of the role of customs duties in supporting national economic stability, promoting fair competition, and encouraging healthy, sustainable, and equitable international trade can be achieved, providing valuable insights for policymakers, business actors, and stakeholders in the trade sector.
Inovasi Produk Syariah dalam Menarik Investasi dari Sektor Hijau Billah, Salsa; Hapipah, Nur; Rifky, Mulia; Rahmat, Paisal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8158

Abstract

Investasi hijau syariah merupakan inovasi dalam sistem keuangan Islam yang mengintegrasikan prinsip syariah dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya isu perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta ketimpangan sosial dalam sistem ekonomi global. Dalam konteks ini, investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai produk inovatif dalam investasi hijau syariah, meliputi green sukuk, pembiayaan mudharabah–musyarakah hijau, indeks saham syariah hijau, serta reksa dana dan exchange-traded fund (ETF) syariah hijau. Selain itu, kajian ini juga membahas manfaat, tantangan, serta solusi dalam pengembangannya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka (library research), menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, serta laporan resmi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi hijau syariah memiliki potensi besar dalam mendukung perlindungan lingkungan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, menarik minat investor global, serta meningkatkan literasi keuangan berkelanjutan. Namun demikian, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan regulasi dan standar hijau, tingginya biaya transaksi, serta minimnya transparansi pengukuran dampak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan edukasi, pemberian insentif fiskal, serta kolaborasi lintas sektor agar investasi hijau syariah dapat berkembang secara optimal dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.