Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Cuka Ekstrak Jagung (Zea Mays) Dengan Menggunakan Acetobacter Aceti Dan Saccharomyces Cerevisiae Agtavia, Velma; Botutihe, Lisnawati; Thalib, Moh Randy Putra Preatama; Hasan, Ani M; Uno, Wirnangsi D
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v4i4.3735

Abstract

This study aims to produce natural vinegar from corn extract (Zea mays L.) through a two-stage fermentation process: alcoholic fermentation using Saccharomyces cerevisiae followed by acetic acid fermentation using Acetobacter aceti. The evaluation included physical observation, pH measurement, lactic acid bacteria (LAB) testing, organoleptic assessment, and determination of acetic acid concentration through titration. The results indicated notable physical changes during fermentation, with pH decreasing from approximately 7 to 6 over 7–14 days, accompanied by the emergence of a distinctive vinegar aroma that signified acetic acid formation. LAB activity was confirmed by colony growth on Nutrient Agar (NA) media, demonstrating their role in establishing an acidic environment favorable for the second fermentation stage. Overall, the findings show that corn extract has strong potential as a fermentation substrate for natural vinegar production using a biological process.
Implementasi Kawasan Konservasi pada Wisata Alam Karang Indah Oluhuta, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Botutihe, Lisnawati; Mantali, Magfirah F; Yahdi, Rafika Aulia
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata lahir dari kepedulian terhadap tempat wisata yang mengalami kerusakan akibat dari tidak adanya kepedulian pengunjung dan masyarakat sekitar terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari objek wisata tersebut. Adanya penilaian objek dan daya tarik wisata merupakan langkah yang penting terhadap pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. pengembangan terhadap ekowisata ini menjadi jaminan untuk menjaga konservasi sumber daya alam dan meningkatkan sektor penghasilan masyarakat lokal. Tujuan penilaian objek dan daya tarik wisata ini adalah untuk mengetahui kelayakan setiap unsur-unsur dasar penilaian suatu objek wisata dan mengetahui apakah layak atau tidaknya objek Wisata Alam Karang Indah Oluhuta untuk dikembangkan menjadi ekowisata berbasis konservasi. penilaian unsur-unsur suatu objek wisata ini berdasarkan instrumen penilaian ODTW (Objek dan Daya Tarik Wisata). Hasil dari beberapa aspek yang dinilai mendapatkan hasil berupa: (1). Daya tarik wisata dengan nilai maksimal 1320, (2). Aksesibilitas dengan nilai maksimal 1.200, (3). Fasilitas wisata dengan nilai maksimal 950, serta (4). Lingkungan dan Masyarakat mendapatkan nilai maksimal 950. Berdasarkan hasil dari penilaian keseluruhan unsur maka dijumlahkanlah keseluruhan unsur tersebut sehingga mendapatkan jumlah nilai 3430 yang dimana kemudian diubah ke indeks kelayakan, yang mendapatkan hasil 77% yang berarti bahwa objek Wisata Alam Karang Indah Oluhuta ini layak dikembangkan menjadi ekowisata berkelanjutan. Beberapa komponen objek wisata masih memerlukan pembenahan dan perbaikan agar memadai seperti aksesibilitas yang perlu diperbaiki lagi agar objek Wisata Alam Karang Indah Oluhuta semakin berkembang dan berkelanjutan.