Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Penanganan dan Identifikasi Bakteri Penyebab Abses Subkutan Hipodermis Pada Anjing di Klinik ZZ Petcare Mataram Windhari, Gusti Ayu Esty; Ramdani, Fitrah; Yansri, Alifianita Anake; Putri, Balqis Ria
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.19023

Abstract

This study aimed to analyze the management of a subcutaneous abscess in a Shih Tzu dog, including identification of the causative agent, antibiotic sensitivity testing, and evaluation of the clinical therapeutic response. The case was managed at ZZ Petcare Clinic using a systematic approach consisting of anamnesis, physical examination, ultrasonography (USG), aseptic collection of pus samples, local drainage, abscess cavity irrigation, and follow-up treatment with broad-spectrum antibiotics, amoxicillin, vitamin B complex, and topical antibiotics. Pus samples were analyzed in the laboratory for bacterial isolation and identification using biochemical tests, while hematological examination was performed to assess the patient’s systemic status. Ultrasonographic examination identified an accumulation of purulent fluid with an approximate diameter of 7 cm, accompanied by an inflammatory response in the subcutaneous tissue. Laboratory analysis of the pus revealed that the causative agent of the abscess was Staphylococcus aureus, with antibiotic susceptibility testing showing sensitivity to ciprofloxacin, intermediate susceptibility to amoxicillin, and resistance to penicillin and ceftriaxone. Initial hematological examination indicated leukocytosis and mild inflammatory anemia, with WBC and RBC values of 20.4 × 10⁹/L and 5.05 × 10⁹/L, respectively. Following therapy, the patient’s condition improved, as evidenced by normalization of white blood cell and red blood cell parameters, with WBC and RBC values of 7.8 × 10⁹/L and 7.96 × 10⁹/L, respectively. The therapy administered was sufficiently effective, as indicated by clinical improvement within five days after treatment. This study emphasizes the importance of combining local drainage procedures, appropriate wound care, and antibiotic selection based on susceptibility testing in controlling infection and promoting patient recovery.
Peningkatan Kesadaran Hukum melalui Edukasi dalam Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga di Desa Janti Sidoarjo: Enhancing Community Legal Awareness through Educational Program on Domestic Violence Prevention in Janti Village Sidoarjo Haniyah, Haniyah; Sriwahyuni, Yayu; Syarifah, Adinda; Khoirunnisah, Naillah Bintang; Putri, Balqis Ria
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10015

Abstract

Kekerasan dalam Rumah Tangga masih menjadi persoalan sosial yang kerap terjadi di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Salah satu faktor yang memengaruhi masih tingginya kasus KDRT adalah rendahnya kesadaran hukum masyarakat mengenai bentuk kekerasan, hak korban, serta mekanisme perlindungan hukum yang tersedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi hukum dalam upaya pencegahan KDRT di desa Janti, Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan 23 peserta yang berasal dari kelompok Dasawisma 1 dan 2. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pelaksanaan pre-test, penyampaian materi edukasi hukum, diskusi interaktif, studi kasus sederhana, serta post-test sebagai bentuk evaluasi ketercapaian program. Instrumen pengukuran digunakan untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 46% pada pre-test menjadi 79% pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi hukum yang disampaikan secara komunikatif dan berbasis diskusi mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat secara lebih efektif. Selain itu, peserta juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap KDRT, dari yang sebelumnya dianggap sebagai urusan privat menjadi persoalan hukum yang memiliki konsekuensi hukum dan sosial. Dengan demikian, kegiatan edukasi hukum ini dapat menjadi salah satu strategi preventif dalam upaya pencegahan KDRT di tingkat masyarakat.