Wahda Rahma Laila
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI ARGUMENTATIF MELALUI RETORIKA NARATIF DALAM PENULISAN ESAI BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA UIN SATU TULUNGAGUNG Wahda Rahma Laila; Nur Amalia Balqis; Aprilia Nur Azizah; Usliani; M. Wildan Navi; Rozanna Ismarika; Jumaddil; Akhmad Tabran
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.1610

Abstract

Penulisan esai beasiswa menuntut kemampuan literasi argumentatif yang tidak hanya menyusun informasi, tetapi juga membangun identitas akademik secara meyakinkan. Banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memulai cerita, menyusun alur yang runtut, serta merumuskan tujuan studi dan kontribusi secara persuasif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penguatan literasi argumentatif melalui retorika naratif dalam penulisan esai Bahasa Indonesia bagi mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif sederhana. Data diperoleh melalui Google Form yang diisi peserta pelatihan penulisan esai beasiswa, berupa skala penilaian diri terhadap pemahaman esai persuasif dan kemampuan retorika, serta jawaban naratif mengenai pengalaman hidup yang dianggap mewakili diri, bagian tersulit dalam menulis esai, dan kesan terhadap kegiatan. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk memetakan kecenderungan persepsi literasi argumentatif, sedangkan data naratif dianalisis melalui pengkodean etos, pathos, dan logos, penemuan tema-tema konstruksi identitas, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian diharapkan memotret pola cara mahasiswa menampilkan identitas akademiknya dalam esai, strategi retorika yang paling dominan digunakan, serta aspek-aspek kemampuan menulis yang masih membutuhkan penguatan. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan modul pelatihan penulisan esai berbasis retorika naratif dalam konteks Pendidikan Bahasa Indonesia.
Sastra Lingkungan sebagai Praktik Pembelajaran Berkelanjutan: Studi Deskriptif pada Guru SMP Aprilia Nur Azizah; Wahda Rahma Laila; Ari Ambarwati; Dyah Werdiningsih
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8455

Abstract

Environmental literature has strategic potential in sustainable education because it is able to convey ecological values in an affective, critical, and contextual manner. This study aims to describe the practice of environmental literature learning by junior high school teachers in East Java as a form of sustainable learning implementation with consideration of gender dimensions. The novelty of this study lies in presenting the perspective of teachers as the main actors who build eco-literacy through symbolic-affective interpretations of nature, thereby reflecting emotional and reflective relationships with environmental issues, in contrast to previous studies that focused more on texts or student responses. This study uses a descriptive mixed-methods approach, through closed questionnaires (Likert scale) and open-ended questions, which are analyzed quantitatively and thematically using the Miles & Huberman model. The results show the dominance of teachers' positive attitudes towards environmental literature despite obstacles and gaps in knowledge and practice. In addition, there is a complementary gender polarity that shows the dominance of male teachers with concrete-active strategies, while female teachers excel in reflective-literary strategies. The conclusion of the study confirms that environmental literature functions as an effective ecological-pedagogical space for reflection, with gender polarity being synergistic as a transformative force. Implicitly, these findings can form the basis for the development of contextual and applicable environmental literature curation at the school level. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran sastra lingkungan oleh guru SMP di Jawa Timur sebagai implementasi pembelajaran berkelanjutan dengan mempertimbangkan dimensi gender. Penelitian menggunakan metode mixed-methods deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan pertanyaan terbuka yang diberikan kepada guru SMP. Data kuantitatif dianalisis secara statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki sikap positif terhadap pemanfaatan sastra lingkungan dalam pembelajaran, namun masih terdapat hambatan pada aspek penguasaan konsep dan implementasi pedagogis. Analisis berdasarkan gender memperlihatkan adanya polaritas komplementer, yakni guru laki-laki cenderung menerapkan strategi pembelajaran yang konkret dan aktif, sementara guru perempuan lebih dominan menggunakan pendekatan reflektif dan literer. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sastra lingkungan berfungsi sebagai media refleksi ekologis-pedagogis yang efektif, dengan perbedaan strategi berbasis gender yang bersifat sinergis dan berpotensi memperkuat transformasi pembelajaran berkelanjutan. Temuan ini berimplikasi pada perlunya pengembangan kurasi sastra lingkungan yang kontekstual dan aplikatif untuk mendukung praktik pembelajaran di tingkat sekolah menengah pertama.