Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PORTOFOLIO DIGITAL DENGAN SEESAW: TRANSFORMASI ASESMEN AUTENTIK DAN BUDAYA REFLEKSI GURU DI SEKOLAH DASAR Cecep Kustandi; Durotul Yatimah; R.A. Hirmana Wargahadibrata; Athiya Fara Swid; Shaffiya Rasidha Andinnari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk menguasai keterampilan asesmen autentik dan praktik reflektif. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa guru sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mendesain asesmen yang kontekstual serta membangun budaya refleksi profesional. Artikel pengabdian masyarakat ini melaporkan intervensi portofolio digital berbasis aplikasi SeeSaw yang dilaksanakan di SD Negeri Jakasetia IV, Kota Bekasi, dengan melibatkan 30 guru. Kegiatan dirancang melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi.Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi kompetensi guru. Skor pengetahuan meningkat dari 2,6 menjadi 4,3, keterampilan teknis dari 2,8 menjadi 4,2, dan sikap reflektif dari 3,1 menjadi 4,4 (skala 1–5). Temuan ini menegaskan bahwa portofolio digital tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai instrumen formatif yang memperkuat siklus experiential learning guru. Hasil kualitatif mengidentifikasi tiga tema utama: (i) persepsi baru guru bahwa pengalaman mengajar merupakan data berharga, (ii) kebanggaan terhadap artefak digital yang dihasilkan, dan (iii) inisiatif pembentukan komunitas praktik berbasis sekolah. Implikasi dari kegiatan ini adalah bahwa integrasi SeeSaw dapat menumbuhkan budaya refleksi profesional yang berkelanjutan serta memperkuat keterhubungan antara asesmen autentik dan pengembangan kapasitas guru. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini relevan bagi agenda nasional Merdeka Belajar sekaligus memperkaya literatur internasional tentang peran portofolio digital dalam pendidikan guru. Abstract The transformation of 21st-century education requires teachers to master authentic assessment and reflective practice. However, research indicates that Indonesian elementary teachers continue to face challenges in designing contextualized assessments and cultivating a professional culture of reflection. This community service article reports on the implementation of a digital portfolio program using the SeeSaw application at SD Negeri Jakasetia IV, Bekasi City, involving 30 teachers. The intervention adopted a participatory approach comprising socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation stages. Quantitative results demonstrated a significant increase across all competency dimensions. Knowledge scores rose from 2.6 to 4.3, technical skills from 2.8 to 4.2, and reflective attitudes from 3.1 to 4.4 (on a 5-point scale). These findings highlight that digital portfolios function not only as documentation tools but also as formative instruments reinforcing the teachers’ experiential learning cycle. Qualitative findings revealed three key themes: (i) teachers’ new perception of teaching experiences as valuable data, (ii) pride in producing digital artifacts, and (iii) the emergence of school-based communities of practice. The implications suggest that integrating SeeSaw can foster a sustainable culture of professional reflection while strengthening the link between authentic assessment and teacher capacity development. Consequently, this initiative aligns with Indonesia’s Merdeka Belajar reform agenda and enriches the international literature on digital portfolios in teacher education.