Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemetaan Fungsi Platforn E-Portofolio Untuk Perkuliahan di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendikan Fakultas llmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Nurdin Ibrahim; R.A. Hirmana Wargahadibrata
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 18 No 3 (2016): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.296 KB) | DOI: 10.21009/jtp.v18i3.5369

Abstract

he purpose of this study is the to Mapping the three characteristic of the e- portfolios platform. This research was conducted by the design and development research method by using two methodologies: (1)Tool Use, (2) Model Development. This study collecting various types of platforms specialized to the development e- portfolios and will do a mapping of the function of the platform that has been ellected. To achieve the goal the first year will be used Expert Reviews surveys method The experts will give ratings to the three pieces of E-portfolio Platform installedin www.eportofolio.ac.id, namely Elgg, Moodle and Mahara. Based on these results, the researchers conclude Mahara Platform is the appropriate platform to be used in the learning process. It is supported ratings obtained from the experts.
PENDAMPINGAN GURU DALAM MEMFASILITASI BELAJAR MENDALAM MELALUI DIGITAL STORYTELLING DI SD KOTA BEKASI R.A. Hirmana Wargahadibrata; Diana Ariani; Virzha Aulianna Dhaksietsatsura; Nurcahyo Fakhru Ardi; Anggi Agustin
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bekasi sebagai kota penyangga ibukota menghadapi tantangan serius dalam sektor pendidikan dasar, antara lain tingginya angka putus sekolah dan rendahnya kompetensi guru. Dalam merespons tantangan tersebut, Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta melaksanakan kegiatan pendampingan implementasi deep learning dalam kurikulum Merdeka dengan digital storytelling sebagai media utama kepada guru SD di wilayah Kota Bekasi. Kegiatan dilaksanakan melalui tujuh tahapan pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan luring di SDN Kota Baru IX dan pendampingan daring melalui grup WhatsApp. Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan konsep digital storytelling yang memfasilitasi terjadinya deep learning pada peserta didik. Evaluasi dilakukan dalam dua bentuk: evaluasi reaksi untuk mengukur kepuasan peserta, dan evaluasi sumatif guna menilai pemahaman konseptual serta keterampilan peserta dalam merancang media pembelajaran. Hasilnya, pelatihan menunjukkan capaian yang sangat memuaskan. Mayoritas peserta mampu menyelesaikan penugasan dengan baik, dan evaluasi reaksi menghasilkan skor rata-rata sangat tinggi (4,7 dari 5). Peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang aplikatif dan menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan pendekatan ini dalam praktik mengajar sehari-hari. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran yang bermakna dan reflektif. Pendekatan digital storytelling tidak hanya menjadi media edukatif, tetapi juga instrumen transformatif dalam mendorong budaya belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira di lingkungan sekolah dasar.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN MEDIA INFOGRAFIS BAGI GURU SMP DI KECAMATAN SUKAMAKMUR DALAM MENUNJANG IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Diana Ariani; Suprayekti, Suprayekti; R.A. Hirmana Wargahadibrata; Haliza Zahra; Andra Hamidah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7377

Abstract

Pendidikan era digital menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks. Hal ini didukung dengan penciptaaan pembaharuan termasuk penerapan kurikulum merdeka dalam pemanfaatan media pembelajaran. Namun, penerapan ini tidak didukung dengan kesiapan guru dalam memanfaatkan kurikulum merdeka. Hal inilah yang menjadi kendala para guru SMP di Kecamatan Sukamakmur yang masih sangat terbatas dalam memanfaatkan media pembelajaran. Untuk itu, diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Sukamakmur untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan media pembelajaran digital yaitu media infografis. Dengan adanya pendampingan dalam pembuatan media infografis ini, pendidik juga dapat merasakan dampak secara positif. Hasil kegiatan ini diukur menggunakan evaluasi reaksi dan evaluasi hasil produk projek karya guru. Hasil yang didapatkan dari produk projek karya guru nilai rata-ratanya adalah sebesar 91,25 dan nilai menunjukkan sangat baik. Sehingga terlihat peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru di Kecamatan Sukamakmur dalam memanfaatkan sebuah teknologi digital untuk membuat sebuah media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA FOTO BAGI GURU SMP DI KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT R.A. Hirmana Wargahadibrata; Retno Widyaningrum; Erry Utomo; Muhamad Aldi Abdillah Al’Asri; Febrianty Dwi Puteri
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7381

Abstract

Penerapan teknologi memiliki peran yang semakin penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa banyak guru masih mengalami kendala dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital, terutama di daerah pedesaan seperti Kecamatan Sukamakmur yang masih sangat terbatas dalam memanfaatkan media pembelajaran. Maka, perlu adanya pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan guru dalam merancang dan memanfaatkan media pembelajaran menggunakan teknologi, dalam hal ini adalah media foto. Guru SMP di Kecamatan Sukamakmur diberikan materi tentang penggunaan media foto dalam pembelajaran, serta bimbingan dalam pengerjaan tugas media foto yang sesuai guna memberikan ruang kreativitas yang dimiliki. Hasil penugasan yang dikerjakan oleh guru, menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dengan media foto memberikan dampak positif. Para guru mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan media foto yang sesuai. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa karya guru mendapatkan hasil rata-rata 96. Adapun manfaatnya adalah agar guru-guru menjadi lebih terampil dalam merancang tugas yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan visual, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam pembelajaran di kelas, terutama di Kecamatan Sukamakmur.
PORTOFOLIO DIGITAL DENGAN SEESAW: TRANSFORMASI ASESMEN AUTENTIK DAN BUDAYA REFLEKSI GURU DI SEKOLAH DASAR Cecep Kustandi; Durotul Yatimah; R.A. Hirmana Wargahadibrata; Athiya Fara Swid; Shaffiya Rasidha Andinnari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk menguasai keterampilan asesmen autentik dan praktik reflektif. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa guru sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mendesain asesmen yang kontekstual serta membangun budaya refleksi profesional. Artikel pengabdian masyarakat ini melaporkan intervensi portofolio digital berbasis aplikasi SeeSaw yang dilaksanakan di SD Negeri Jakasetia IV, Kota Bekasi, dengan melibatkan 30 guru. Kegiatan dirancang melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi.Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi kompetensi guru. Skor pengetahuan meningkat dari 2,6 menjadi 4,3, keterampilan teknis dari 2,8 menjadi 4,2, dan sikap reflektif dari 3,1 menjadi 4,4 (skala 1–5). Temuan ini menegaskan bahwa portofolio digital tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai instrumen formatif yang memperkuat siklus experiential learning guru. Hasil kualitatif mengidentifikasi tiga tema utama: (i) persepsi baru guru bahwa pengalaman mengajar merupakan data berharga, (ii) kebanggaan terhadap artefak digital yang dihasilkan, dan (iii) inisiatif pembentukan komunitas praktik berbasis sekolah. Implikasi dari kegiatan ini adalah bahwa integrasi SeeSaw dapat menumbuhkan budaya refleksi profesional yang berkelanjutan serta memperkuat keterhubungan antara asesmen autentik dan pengembangan kapasitas guru. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini relevan bagi agenda nasional Merdeka Belajar sekaligus memperkaya literatur internasional tentang peran portofolio digital dalam pendidikan guru. Abstract The transformation of 21st-century education requires teachers to master authentic assessment and reflective practice. However, research indicates that Indonesian elementary teachers continue to face challenges in designing contextualized assessments and cultivating a professional culture of reflection. This community service article reports on the implementation of a digital portfolio program using the SeeSaw application at SD Negeri Jakasetia IV, Bekasi City, involving 30 teachers. The intervention adopted a participatory approach comprising socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation stages. Quantitative results demonstrated a significant increase across all competency dimensions. Knowledge scores rose from 2.6 to 4.3, technical skills from 2.8 to 4.2, and reflective attitudes from 3.1 to 4.4 (on a 5-point scale). These findings highlight that digital portfolios function not only as documentation tools but also as formative instruments reinforcing the teachers’ experiential learning cycle. Qualitative findings revealed three key themes: (i) teachers’ new perception of teaching experiences as valuable data, (ii) pride in producing digital artifacts, and (iii) the emergence of school-based communities of practice. The implications suggest that integrating SeeSaw can foster a sustainable culture of professional reflection while strengthening the link between authentic assessment and teacher capacity development. Consequently, this initiative aligns with Indonesia’s Merdeka Belajar reform agenda and enriches the international literature on digital portfolios in teacher education.