Siti Ayu Nuriana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasionalitas Simbol Dan Komunikasi Dalam Perpektif Teori Exchange Dalam Ilmu Sosial Kontemporer Siti Ayu Nuriana; Mohammad Rofiq
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/dwfvvx25

Abstract

This study aims to analyze the rationality of symbols and communication from the perspective of Exchange Theory as a relevant theoretical framework for understanding the dynamics of social interaction in contemporary social science. Based on the assumption that social action is not solely driven by material interests, this study emphasizes the importance of the symbolic and communicative dimensions in the social exchange process. A qualitative approach was employed, employing library research on classical and contemporary works by social scientists discussing Exchange Theory, social rationality, symbols, and communication. The data obtained were analyzed using conceptual and interpretive analysis techniques to uncover the dialectical relationship between social exchange, symbolic meaning, and the communication process in social action. The results of the study indicate that Exchange Theory cannot be understood reductively as merely material exchange but also encompasses symbolic exchanges imbued with values, meaning, recognition, and social legitimacy. Rationality in this context is multidimensional, encompassing interrelated and interdependent economic, social, and symbolic aspects. These dimensions of rationality are expressed and negotiated through communication, which serves as the primary mechanism for building trust, conveying symbols, and negotiating interests and meanings in social relations. In the context of modern society and contemporary digital space, communication has become increasingly complex yet remains central to maintaining the sustainability of social relations. This study confirms that the integration of symbolic rationality and communication strengthens the relevance of Exchange Theory as an adaptive, contextual theoretical framework capable of explaining the complexity of modern social dynamics by considering cultural factors, social structures, and technological developments. Abstrak Kajian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas simbol dan komunikasi dalam perspektif Teori Exchange sebagai kerangka teoretis yang relevan untuk memahami dinamika interaksi sosial dalam ilmu sosial kontemporer. Berangkat dari asumsi bahwa tindakan sosial tidak semata-mata didorong oleh kepentingan material, penelitian ini menekankan pentingnya dimensi simbolik dan komunikatif dalam proses pertukaran sosial. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur (library research) terhadap karya-karya klasik dan kontemporer para ilmuwan sosial yang membahas Teori Exchange, rasionalitas sosial, simbol, serta komunikasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui teknik analisis konseptual dan interpretatif guna mengungkap hubungan dialektis antara pertukaran sosial, makna simbolik, dan proses komunikasi dalam tindakan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa Teori Exchange tidak dapat dipahami secara reduktif sebagai pertukaran material semata, melainkan juga mencakup pertukaran simbolik yang sarat dengan nilai, makna, pengakuan, dan legitimasi sosial. Rasionalitas dalam konteks ini bersifat multidimensional, meliputi aspek ekonomi, sosial, dan simbolik yang saling terkait dan saling memengaruhi. Dimensi rasionalitas tersebut diekspresikan dan dinegosiasikan melalui komunikasi, yang berfungsi sebagai mekanisme utama dalam membangun kepercayaan, menyampaikan simbol, serta menegosiasikan kepentingan dan makna dalam relasi sosial. Dalam konteks masyarakat modern dan ruang digital kontemporer, komunikasi menjadi semakin kompleks namun tetap berperan sentral dalam menjaga keberlanjutan hubungan sosial. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi rasionalitas simbol dan komunikasi memperkuat relevansi Teori Exchange sebagai kerangka teoretis yang adaptif, kontekstual, dan mampu menjelaskan kompleksitas dinamika sosial modern dengan mempertimbangkan faktor budaya, struktur sosial, dan perkembangan teknologi.
Optimalisasi Budaya Pesantren Salaf dalam Pembentukan Karakter Santri Menurut KH. Hasyim Asy’ari Siti Ayu Nuriana; Muhammad Arif Syihabuddin
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ks0saz91

Abstract

Optimising the culture of salaf Islamic boarding schools in shaping the character of students according to the thinking of KH. Hasyim Asy'ari. Islamic boarding schools, as traditional Islamic educational institutions, have a unique culture that plays an important role in internalising moral, spiritual and social values in students. The culture of Salafi Islamic boarding schools not only functions as an institutional tradition, but also serves as an effective medium for character education through the instilling of values, the exemplary behaviour of the kyai, and the communal life of the santri. This study aims to analyse the concept of Salafi pesantren culture, its optimalisation in shaping the character of santri, and its relevance to the educational thought of KH. Hasyim Asy'ari. The research method used is qualitative research with a library research approach. The primary data sources are from the works and thoughts of KH. Hasyim Asy'ari, particularly those related to manners and character education, while the secondary data sources are obtained from books, journal articles, and relevant research from the last five years. The data collection technique was carried out through data analysis using descriptive-analytical content analysis. The results of the study indicate that the optimisation of the Salafi pesantren culture is carried out through the strengthening of manners, the exemplary behaviour of the kyai (uswah hasanah), the instilling of religious and social values, and the application of the hidden curriculum in pesantren life. The character values that are formed include religiosity, discipline, responsibility, simplicity, tolerance. Abstrak Optimalisasi budaya pesantren salaf dalam pembentukan karakter santri menurut pemikiran KH. Hasyim Asy’ari. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki kekhasan budaya yang berperan penting dalam internalisasi nilai moral, spiritual, dan sosial santri. Budaya pesantren salaf tidak hanya berfungsi sebagai tradisi kelembagaan, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif melalui pembiasaan nilai, keteladanan kyai, dan kehidupan komunal santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep budaya pesantren salaf, bentuk optimalisasinya dalam pembentukan karakter santri, serta relevansinya dengan pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy’ari. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari karya dan pemikiran KH. Hasyim Asy’ari, khususnya terkait adab dan pendidikan karakter, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan penelitian relevan lima tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi budaya pesantren salaf dilakukan melalui penguatan adab, keteladanan kyai (uswah hasanah), pembiasaan nilai religius dan sosial, serta penerapan hidden curriculum dalam kehidupan pesantren. Nilai karakter yang terbentuk meliputi religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kesederhanaan, toleransi, dan sikap moderat. Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup melalui transfer ilmu, tetapi harus diwujudkan dalam pembiasaan nilai dan praktik kehidupan sehari-hari di pesantren. Dengan demikian, budaya pesantren salaf memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia dan moderat di tengah tantangan modernisasi.