Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

LANDASAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Ahsantudhonni; Muhammad Arif Syihabuddin
CENDEKIA Vol. 11 No. 1 (2019): Cendekia March 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.223 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v11i1.99

Abstract

The purpose of this research is to explain and analyze the foundation of Islamic Education Management. This research is important to do, because the development of Islamic Religious Education cannot be separated from the contribution of management in an organization of Islamic Education Institutions. Management in an Islamic Education Institution organization certainly has a foundation, so that the management of Islamic Education institutions will run well. The method used in this research is library research. Which means the researcher collected various literatures in the form of books, journals and research results that have been done before and are relevant to this research. The results of this study explain that there are four foundations in Islamic Education Management. These include theological foundation, rational foundation, empirical foundation and theoretical foundation.
Khudi Sebagai Strategi Pembentukan Karakter Spiritual Emansipatoris Pada Remaja Muslim: Telaah Kontekstual Pemikiran Iqbal Annisa Roikhatulus Wandari S; Muhammad Arif Syihabuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i2.1129

Abstract

Krisis identitas, kemiskinan spiritual, dan degradasi moral menjadi tantangan serius bagi remaja Muslim di era digital, yang belum sepenuhnya terjawab oleh sistem pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Mohammad Iqbal tentang khudi sebagai strategi pembentukan karakter spiritual-emansipatoris bagi remaja Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dalam studi kepustakaan, data dikumpulkan dari 25 literatur primer dan sekunder, dan dianalisis melalui content analysis serta pendekatan hermeneutika filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khudi mencakup lima nilai utama: kesadaran Ilahiyah, kebebasan dan tanggung jawab, kemandirian spiritual, dinamika moral dan ijtihad, serta etika sosial. Konsep ini membentuk pribadi yang transformatif dan berintegritas spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa khudi relevan sebagai pendekatan pedagogis alternatif dalam merespons krisis karakter generasi muda, melampaui pendekatan normatif yang cenderung formalistik. Integrasi nilai-nilai khudi ke dalam kurikulum pendidikan Islam dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk remaja yang sadar diri, tangguh secara spiritual, dan bertanggung jawab secara sosial
Model Pembelajaran dalam Penguatan Nilai Moderasi di Madrasah Diniyah: Penelitian Kiky Nuruz Zakiyah; Muhammad Arif Syihabuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.860

Abstract

Moderation in Islam is a religion that is Rahmatan lil 'alamin, not like the ideology of extremists who tend to prioritize a hard stance without compromise, or the ideology of liberal groups who often interpret religious teachings very loosely, freely, and even almost out of line with religious truth. This article aims to implement and develop the PAI learning model so that students behave moderately in Islam, both in faith, worship, and muamalah. So that it will produce a complete understanding of true religious moderation. The result of this article is to formulate an effective PAI learning model to be applied to students to optimize the values ​​of moderation so that they do not behave extreme in religion, both in terms of faith, worship, and socializing with others as exemplified by our prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wasallam.
Implementasi Pembelajran Kitab Hujjah Ahlusunnah Waljmaah Di Madrasah: Penelitian Wildhan Yudha Sena; Muhammad Arif Syihabuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kitab Hujjah Ahlusunnah wal Jamaah di madrasah, serta mengkaji metode, pendekatan, dan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajarannya. Kitab ini memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman akidah Ahlusunnah wal Jamaah di kalangan peserta didik, khususnya dalam konteks pendidikan keagamaan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di salah satu madrasah yang menerapkan pembelajaran kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran dilakukan melalui pendekatan tradisional dengan metode sorogan dan bandongan, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman peserta didik. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu pembelajaran, kemampuan membaca kitab kuning, serta kurangnya tenaga pengajar yang kompeten dalam mengajarkan kitab klasik. Meskipun demikian, pembelajaran kitab Hujjah Ahlusunnah wal Jamaah terbukti mampu membentuk karakter moderat dan pemahaman keagamaan yang toleran di kalangan siswa. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan bagi guru serta pengembangan media pembelajaran yang relevan untuk mendukung efektivitas pembelajaran kitab klasik di madrasah.
Transformasi Pendidikan Islam pada Masyarakat Samin di Blora Jawa Tengah: Penelitian Siti Zumrotun Nisa; Muhammad Arif Syihabuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.620

Abstract

This study aims to describe the forms, processes, and roles of institutions and religious leaders in the transformation of Islamic education among the Samin community in Blora, Central Java. The Samin community is known as a traditional group that upholds honesty, simplicity, and peaceful coexistence. The research employs a qualitative ethnographic approach, using in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Findings show that the transformation of Islamic education within the Samin society occurs gradually and through acculturation. The process begins with socio-cultural engagement by religious figures and continues with the introduction of Islamic values that align with the Samin way of life. Over time, the community has accepted both formal and non-formal Islamic education, such as TPQ and elementary school, and has actively participated in religious activities. This transformation is not only individual but also structural, as respected community leaders become bridges between local culture and Islamic teachings. These findings highlight the importance of a humanistic, dialogical, and culturally sensitive approach in implementing Islamic educational transformation within indigenous communities.
Mengembangkan Kelembagaan Pendidikan Islam Menurut Ahmad Dahlan Ita Fatmawati; Muhammad Arif Syihabuddin; Fithrotul Fitri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4304

Abstract

Pengembangan kelembagaan pendidikan Islam merupakan agenda strategis dalam merespons tantangan pendidikan Islam kontemporer, seperti menguatnya polarisasi identitas, lemahnya tata kelola institusi, serta kebutuhan akan model pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis pemikiran Ahmad Dahlan tentang pengembangan kelembagaan pendidikan Islam serta relevansinya bagi penguatan pendidikan Islam moderat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap karya-karya Ahmad Dahlan dan berbagai kajian ilmiah yang membahas pemikiran serta praktik pendidikan Muhammadiyah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Dahlan merumuskan model kelembagaan pendidikan Islam yang menekankan integrasi ilmu pengetahuan, pembaruan sistem manajemen kelembagaan, dan orientasi aksi sosial sebagai ruh pendidikan. Model ini menempatkan lembaga pendidikan Islam tidak hanya sebagai pusat transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial yang menumbuhkan sikap keberagamaan yang rasional, toleran, dan bertanggung jawab secara sosial. Dengan demikian, pemikiran Ahmad Dahlan memberikan landasan strategis bagi pengembangan kelembagaan pendidikan Islam yang moderat, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman.
The Concept of Civilized Humans in Islamic Education: A Study of the Thought of Syed Muhammad Naquib al-Attas Ahmad Abdullah Faqih; Muhammad Arif Syihabuddin
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v3i1.149

Abstract

This study aims to explore and analyze the concept of civilized human beings (insan adabi) in the Islamic educational thought of Syed Muhammad Naquib al-Attas as a philosophical-pedagogical foundation for formulating an alternative paradigm for contemporary Islamic education. The study uses a qualitative approach with a library research design, examining al-Attas's primary works such as Islam and Secularism (1993), The Concept of Education in Islam (1980), and Prolegomena to the Metaphysics of Islam (1995). Data were analyzed using a descriptive-analytical method through three stages: description of al-Attas's concept of human, analysis of epistemological-ontological-axiological foundations, and interpretation of contemporary relevance. The results of the study show that al-Attas' concept of human beings emphasizes the formation of an adabi human being who has a multi-dimensional existential structure (intellectual, spiritual, moral) that is developed integrally through the process of ta'dib instilling adab, developing reason, and forming morals. Adab is defined as the recognition and acknowledgment of the proper place for everything in the hierarchical order of being (maratib al-wujud). The study concludes that al-Attas' concept of human beings offers a holistic and integrative paradigm of Islamic education, capable of responding to the crisis of modern education (secularization, fragmentation, dehumanization) by producing a generation of Muslims who have strong faith, broad knowledge, and noble morals to answer contemporary challenges without losing their Islamic identity.
Mengembangkan Konsep Pemikiran Pendidikan Jiwa Menurut Ibnu Sina Alfin Camelia; Muhammad Arif Syihabuddin; Imam Ghazali Said
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan konsep pendidikan jiwa menurut Ibn Sina serta menganalisis relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Pendidikan modern cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan teknis, sementara aspek moral dan spiritual sering terabaikan, sehingga memicu krisis etika dan karakter. Ibn Sina menawarkan kerangka pendidikan holistik yang mengintegrasikan perkembangan intelektual, moral, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis sumber primer berupa karya-karya Ibn Sina serta sumber sekunder seperti buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Sina memandang jiwa sebagai substansi immaterial yang memiliki tingkatan hierarkis, yaitu jiwa nabati, jiwa hewani, dan jiwa rasional, yang menjadi dasar bagi sistem pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan manusia. Tujuan utama pendidikan jiwa adalah mencapai kesempurnaan manusia (insan kamil) melalui pengembangan akal, pembentukan akhlak, dan pendalaman spiritualitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Ibn Sina tetap sangat relevan bagi pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam menjawab krisis moral dan mengintegrasikan kembali nilai-nilai etika dan spiritual dalam sistem pendidikan modern.
Aliran Klasik Dalam Filsafat Pendidikan (Hakikat Dan Prinsip Aliran Eksistensialisme, Humanisme, Dan Filsafat Kontemporer Dalam Perspektif Pendidikan Islam) Siti Khoirun Nisa; Muhammad Arif Syihabuddin
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1018

Abstract

Teori filsafat pendidikan berfungsi sebagai kerangka dasar untuk memahami tujuan, proses, dan arah pengembangan pendidikan. Filsafat pendidikan tidak hanya membahas apa yang harus diajarkan, tetapi juga mengapa dan bagaimana proses pendidikan harus berlangsung demi membentuk manusia ideal sesuai pandangan hidup tertentu. Dalam konteks ini, artikel ini membahas tiga aliran besar dalam filsafat moderneksistensialisme, humanisme, dan filsafat kontemporer beserta implikasinya terhadap pendidikan Islam. Eksistensialisme menekankan kebebasan individu, tanggung jawab moral, dan pencarian makna hidup. Humanisme menegaskan martabat manusia serta dorongan alami menuju pertumbuhan dan aktualisasi diri. Sementara itu, filsafat kontemporer menghadirkan perangkat kritik terhadap struktur pengetahuan dan otoritas, serta membuka ruang bagi interpretasi yang lebih fleksibel terhadap realitas sosial. Dengan mengkaji ketiga aliran ini, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat memperkaya pendekatan pedagogisnya melalui integrasi konsep kebebasan, penghargaan terhadap potensi manusia, dan pembaruan metodologis, tanpa melepaskan fondasi tauhid sebagai pusat orientasi pendidikan.
Media Sosial sebagai Lingkungan Pendidikan Islam : Analisis Pemikiran Hasan Langgulung Siti Mabruroh; Muhammad Arif Syihabuddin
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v3i1.1899

Abstract

This study aims to understand the essence and role of the Islamic educational environment according to Hasan Langgulung, and examine its relationship with social media as part of the educational environment in the digital age. This study applies a qualitative approach with a literature study type, sourced from books and scientific articles related to Hasan Langgulung's thoughts, the educational environment, and social media. Data collection was conducted through documentation studies, and data analysis used content analysis methods. The research findings indicate that the environment plays an important role in internalizing Islamic values ​​and shaping students' character, while social media has the potential to function as a non-formal educational environment that supports the learning process, the dissemination of Islamic values, and the strengthening of Muslim identity in the digital world. However, social media also presents challenges in the form of the dissemination of inaccurate religious information and the potential for moral degradation. Therefore, the integration of the concept of the Islamic educational environment with social media requires targeted management and the active role of educators and families so that social media remains within the corridor of Islamic educational values ​​and supports the achievement of Islamic educational goals.