Pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas individu dan masyarakat, namun mutu pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian kurikulum, rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan sarana prasarana, dan lemahnya kerja sama antar stakeholder. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pentingnya stakeholder dalam meningkatkan mutu pendidikan, strategi kerja sama dan kemitraan, serta tantangan dan peluang implementasinya. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah jurnal, buku, dan dokumen ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan stakeholder meliputi pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan Islam bersifat krusial dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Kolaborasi antarpihak memungkinkan penguatan kurikulum, peningkatan profesionalisme guru, optimalisasi fasilitas, serta relevansi kompetensi lulusan melalui kemitraan dunia industri. Konsep simbiosis mutualisme menjadi dasar terciptanya sinergi yang saling menguntungkan dalam pengelolaan pendidikan. Temuan juga mengidentifikasi tantangan implementatif berupa perbedaan visi, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya koordinasi, namun era digital menawarkan peluang kolaborasi yang lebih luas dan fleksibel. Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan komitmen kolektif dan strategi kerja sama yang terstruktur di antara seluruh stakeholder pendidikan.