Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki daya tahan historis dan peran strategis dalam pembentukan karakter, moralitas, serta tradisi keilmuan umat Islam. Dalam konteks globalisasi digital, pesantren dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, seperti disrupsi teknologi, perubahan paradigma pembelajaran, serta tuntutan kompetensi global yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut menuntut pesantren untuk melakukan transformasi agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai kepesantrenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi pesantren di Indonesia dalam menghadapi era globalisasi digital, dengan menitikberatkan pada inovasi pendidikan Islam dan adaptasi kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis berbasis studi literatur dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola transformasi pesantren secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pesantren berlangsung secara gradual, kontekstual, dan berbasis nilai. Inovasi pendidikan Islam tercermin dalam integrasi kurikulum agama dan ilmu umum, pembaruan metode pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital secara selektif dan beretika. Pada aspek kelembagaan, pesantren melakukan adaptasi melalui modernisasi tata kelola, profesionalisasi manajemen, fleksibilitas struktur organisasi, serta penguatan jejaring dan kemitraan strategis, tanpa menghilangkan peran sentral kiai sebagai penjaga nilai dan otoritas moral. Seluruh proses transformasi tersebut dijiwai oleh dimensi humanis pesantren yang meneguhkan nilai keislaman, akhlak, dan moderasi beragama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian pesantren kontemporer dan menawarkan kerangka transformasi pesantren yang berkelanjutan di era globalisasi digital.